CIBITUNG bekasitoday.com– Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Bekasi menggelar Deklarasi Jaga Kabupaten Bekasi sebagai komitmen bersama untuk menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, dan damai di wilayah Kabupaten Bekasi.
Deklarasi ini berlangsung dalam momentum Rembug Bareng Ormas dan LSM yang digelar di Resto Warna Warni, Cibitung, dan diikuti oleh 56 pimpinan ormas, organisasi profesi, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Rabu (12/11/2025).
Dalam forum tersebut, para pimpinan ormas dan LSM menyampaikan sembilan usulan penting yang diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu poin utama adalah permintaan agar Bupati Bekasi memfasilitasi kerjasama antara ormas/LSM dengan perusahaan-perusahaan industri baru, tanpa mengganggu kerjasama yang sudah berjalan.
HM Zaenal Abidin menegaskan, Ada banyak perusahaan baru ke depan, dan kita berharap Pak Bupati dapat memfasilitasi kami untuk bekerjasama.
“Kami menekankan pentingnya menjaga kerjasama yang sudah terjalin, terutama dengan pengusaha pribumi, “ujarnya.
Usulan-Ormas dan LSM dalam Rembug Bareng:
– Samsudin (GARDA Bekasi): Pengelolaan limbah pabrik oleh ormas, serta pembentukan LPK desa untuk pelatihan dan usaha guna mengatasi pengangguran.
– Minin Muslim (JAJAKA): Penolakan penggusuran warga tanpa solusi, serta prioritas kontraktor lokal dari Kabupaten Bekasi.
– Doni Ardon (SMSI): Pemanfaatan anggaran Diskominfo untuk verifikasi perusahaan pers dengan melibatkan SMSI sebagai konstituen Dewan Pers.
– Jito (FORMASI): Komitmen mengawal pemerintahan Bupati Ade Kuswara Kunang dan mengawasi kinerja SKPD, dengan perhatian pada pengangguran sarjana.
– Eko Triyanto W. ST (LMP): Peringatan agar ormas/LSM tidak diadu oleh pengusaha berkepentingan pribadi.
– Marpaung (BRIGEZ): Usulan pembentukan Tim Pengentasan Pengangguran pasca penggusuran, serta regulasi pajak limbah yang tidak membebani pengusaha.
– Ebong Hermawan (AOB): Dukungan penuh terhadap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bekasi sebagai putra daerah, serta penolakan label “Raja Bongkar” dari Gubernur.
– Suranto (PUSBAKUM): Dorongan agar Rembug Bareng menjadi agenda rutin bulanan dengan melibatkan SKPD dan wakil rakyat, dibiayai oleh AOB.
Makna Deklarasi.
Deklarasi ini menjadi simbol komitmen bersama ormas dan LSM untuk menjaga stabilitas sosial, politik, dan ekonomi di Kabupaten Bekasi. Dengan adanya sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha, diharapkan Kabupaten Bekasi mampu menjadi daerah yang kondusif bagi investasi sekaligus memperhatikan kesejahteraan warga lokal.(Nr).
