BOGOR bekasitoday.com– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia resmi membuka Retret PWI Tahun 2026 di Pusat Kompetensi Bela Negara, Rumpin, Kabupaten Bogor. Acara yang berlangsung hingga 1 Februari ini diikuti oleh 160 peserta dari seluruh pengurus PWI se-Indonesia.
Upacara pembukaan dipimpin oleh Kepala BPSDM Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mewakili Menteri Pertahanan, serta dihadiri langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir.
Mengusung tema “Penguatan Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan”, retret ini dirancang untuk memperkuat peran jurnalis dalam menjaga keamanan nasional sekaligus menghadapi tantangan disinformasi di era digital.
Dalam sambutannya, Akhmad Munir menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ikhtiar organisasi untuk memastikan wartawan Indonesia memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat, selain keunggulan profesional dan etika jurnalistik.
“Pemahaman mendalam mengenai bela negara akan membantu jurnalis menavigasi dinamika informasi global dan mencegah polarisasi publik yang dapat mengancam persatuan bangsa, “ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan tertulisnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menekankan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik adalah bagian integral dari ketahanan nasional. Ia menegaskan, pers yang berintegritas merupakan mitra strategis negara dalam menjaga keutuhan bangsa. Pemerintah, lanjutnya, tetap menjamin prinsip independensi dan kebebasan pers sesuai konstitusi sebagai fondasi demokrasi yang sehat.
Selama empat hari, para peserta akan menjalani serangkaian materi yang menitikberatkan pada penguatan wawasan kebangsaan, etika jurnalistik, serta strategi menghadapi arus disinformasi. Retret ini diharapkan menjadi momentum penting bagi insan pers untuk memperkokoh peran mereka sebagai penjaga informasi yang akurat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan bangsa.(Nr).
