KOTA BEKASI bekasitoday.com– Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang akan berjualan di kawasan wisata kuliner kontainer Kalimalang, Kota Bekasi, berpeluang memperoleh harga sewa yang lebih terjangkau melalui skema subsidi berlapis. Dengan dukungan dari pengelola, pemerintah daerah, hingga pihak sponsor, biaya sewa kontainer diperkirakan dapat ditekan hingga sekitar Rp30 juta per tahun.
Direktur Utama PT Mitra Patriot (PT MP), David Rahardja, menjelaskan bahwa harga dasar sewa kontainer untuk UMKM ditetapkan sebesar Rp50 juta per tahun. Namun, PT MP sebagai pengelola kawasan akan memberikan subsidi sebesar Rp10 juta, sehingga biaya sewa turun menjadi Rp40 juta per tahun.
“Untuk UMKM, kami berikan subsidi Rp10 juta sehingga harga sewa menjadi Rp40 juta, “ujar David kepada wartawan, Kamis (22/1/2026).
Selain subsidi dari pengelola, Pemerintah Kota Bekasi juga direncanakan memberikan tambahan subsidi sebesar Rp5 juta per tahun. Dengan demikian, biaya sewa kontainer dapat ditekan menjadi Rp35 juta. Tidak berhenti di situ, PT MP juga membuka peluang dukungan dari pihak sponsor, khususnya perusahaan minuman yang ingin melakukan branding di kawasan wisata kuliner tersebut.
“Ada sponsor minuman yang bersedia melakukan branding di kontainer dan memberikan subsidi tambahan sekitar Rp5 sampai Rp10 juta, “tambah David.
Dengan skema subsidi berlapis tersebut, David memperkirakan pelaku UMKM hanya perlu membayar sekitar Rp30 juta per tahun atau setara Rp2,5 juta per bulan. Jika dihitung secara harian, biaya sewa tersebut tidak mencapai Rp100 ribu per hari.
“Sehari tidak sampai Rp100 ribu. Saya kira ini cukup terjangkau, apalagi berjualan di kawasan wisata, “jelasnya.
David optimistis, pendapatan UMKM yang berjualan di kawasan wisata kuliner Kalimalang akan lebih besar dibandingkan berjualan di pinggir jalan. Pasalnya, pedagang kaki lima kerap terbebani pungutan liar yang berkisar antara Rp75 ribu hingga Rp100 ribu per hari.
“Kalau resmi tidak sampai Rp100 ribu per hari, menurut saya sudah sepadan. Selain itu, pemasukan resmi ini juga bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah, “katanya.
Meski demikian, David menegaskan bahwa besaran nilai sewa tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum bersifat final. Saat ini, PT MP masih terus berkoordinasi dan menggodok skema tersebut bersama Pemerintah Kota Bekasi.
“Terkait nilai sewa masih belum mengikat karena masih terus digodok bersama Pemerintah Kota Bekasi, “tegasnya.
Selain aspek harga sewa, PT MP juga menyiapkan sistem pengendalian yang komprehensif guna memastikan seluruh pelaku usaha kuliner di kawasan tersebut mematuhi standar mutu, keamanan pangan, dan regulasi yang berlaku. Pengelola akan menerapkan pemantauan berkala, pelatihan keamanan pangan, serta panduan operasional standar bagi para pedagang.
PT MP juga menyiapkan berbagai program kolaborasi dan pendampingan, mulai dari lokakarya, kemitraan dengan merek lokal, hingga pembinaan produk unggulan.
“Kami tidak hanya menyediakan tempat usaha, tetapi juga berkomitmen meningkatkan kapasitas pengusaha, “paparnya.
Lebih lanjut, David menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan musyawarah dengan tokoh masyarakat setempat serta membuka saluran komunikasi yang transparan. Kuota khusus akan disediakan bagi pengusaha kuliner lokal, serta prioritas kesempatan kerja bagi warga sekitar kawasan.
“Dengan kerja sama yang erat, wisata kuliner kontainer Kalimalang diharapkan menjadi contoh pengembangan kawasan usaha yang bermanfaat bagi semua pihak dan berkontribusi positif bagi kemajuan Kota Bekasi, “pungkasnya.(Nr).
