BEKASI- bekasitoday.com- Pemilihan Kepala Desa dengan digitalisasi (e-voting) memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut gambaran lengkapnya:
✅ Kelebihan
– Efisiensi waktu dan biaya.
Proses pemungutan dan penghitungan suara lebih cepat dibanding metode manual dengan kertas suara. Biaya logistik (kertas, tinta, kotak suara) juga berkurang.
– Transparansi dan akurasi.
Hasil perhitungan suara lebih akurat karena sistem otomatis mengurangi risiko human error dalam penghitungan.
– Partisipasi meningkat.
Digitalisasi dapat menarik minat generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi, sehingga partisipasi pemilih bisa lebih tinggi.
– Keamanan data.
Jika sistem dirancang dengan baik, e-voting bisa lebih aman dari manipulasi fisik seperti penghilangan atau penggantian surat suara.
⚠️ Kekurangan
– Risiko manipulasi teknologi.
Ada kekhawatiran sistem bisa diretas atau dimanipulasi, yang dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap hasil pemilihan.
– Kesenjangan digital.
Tidak semua warga desa memiliki akses atau pemahaman teknologi yang sama, sehingga bisa menimbulkan ketidakadilan bagi kelompok tertentu.
– Biaya awal tinggi.
Meski lebih efisien dalam jangka panjang, investasi awal untuk perangkat, jaringan, dan pelatihan cukup besar.
– Ketergantungan pada infrastruktur.
Kualitas jaringan internet dan listrik di desa sangat menentukan keberhasilan e-voting. Jika infrastruktur lemah, sistem bisa gagal.
Digitalisasi pilkades jelas menawarkan modernisasi dan efisiensi, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur desa dan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi.(*).
Sumber: dari berbagai sumber.
