JAKARTA- bekasitoday.com– Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) sukses menyelenggarakan Sidang Terbuka Doktor untuk Program Studi Administrasi Publik pada Sabtu, 7 Februari 2026. Acara yang berlangsung di Gedung F.X. Soeseko Moestopo, Jakarta, dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Moestopo, Dr. H. Muhammad Saefulloh, M.Si. Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya para lulusan untuk menjaga integritas dan nilai toleransi yang menjadi ciri khas almamater.
Sidang terbuka kali ini menghadirkan tiga kandidat doktor dengan fokus penelitian yang beragam namun tetap berpijak pada penguatan kebijakan publik.
– M. Albahori memaparkan disertasi mengenai implementasi kebijakan tahapan pemilu berbasis digital di Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa meski sistem seperti SIREKAP meningkatkan efisiensi, aspek etika dan moralitas penyelenggara harus menjadi fondasi utama demi menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi digital.
– Pesta Evaria Simbolon menyoroti profesionalisme Tenaga Ahli DPR RI sebagai aktor strategis dalam pembentukan kualitas kebijakan publik. Ia merekomendasikan reformasi sistemik berbasis meritokrasi untuk mengatasi kendala rekrutmen dan penempatan yang dinilai belum optimal.
– Abdulloh Sholikhudin mengkaji kebijakan Jaringan Gas Nasional (Jargas) di Kabupaten Sidoarjo, dengan menawarkan model penyempurnaan implementasi kebijakan yang mengintegrasikan sinergi multi-aktor serta konteks teknis-geospasial.
Dekan FISIP Universitas Moestopo, Dr. H. Ryantori, M.Si, menutup rangkaian kegiatan dengan menyampaikan harapan besar bagi para doktor baru. Ia menegaskan bahwa ilmu yang telah diraih tidak boleh berhenti di atas kertas, melainkan harus diaplikasikan untuk memberikan manfaat nyata bagi pengembangan keilmuan serta solusi atas berbagai persoalan masyarakat.(Nr).
