PHI Gandeng Yayasan SALAKHA Bentuk Tim Tanggap Darurat Banjir

IMG 20260109 WA0115JAKARTA bekasitoday.com– Sebagai upaya mempertegas komitmen terhadap keselamatan manusia dan pelestarian lingkungan, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) terkait kerja sama pembentukan Tim Tanggap Darurat Banjir. Penandatanganan MoU tersebut berlangsung pada akhir Desember 2025 lalu di Kantor Pusat PHI, Jakarta.

MoU ditandatangani secara langsung oleh Direktur Utama PHI, Sunaryanto, dan Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman. Kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan respons tanggap darurat bencana, khususnya banjir.

Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat aspek sosial dan lingkungan. Menurutnya, kesiapsiagaan serta respons yang terstruktur terhadap potensi bencana merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko bencana, baik bagi perusahaan maupun pemangku kepentingan lainnya.

“Kami meyakini bahwa kesiapsiagaan serta respons yang terstruktur terhadap potensi bencana banjir oleh perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya merupakan elemen krusial dalam pengelolaan risiko bencana. Oleh karena itu, inisiatif ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi situasi darurat, “jelas Sunaryanto.

Ia menambahkan, PHI akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak guna membangun kapasitas tanggap bencana yang berkelanjutan. “Melalui kolaborasi ini, PHI dan Yayasan SALAKHA bersinergi untuk membangun sistem kesiapsiagaan bencana yang terstruktur dan berkelanjutan berbasis penguatan kapasitas, “imbuhnya.IMG 20260109 WA0114

Sementara itu, Ketua Yayasan SALAKHA, Baharudin Rahman, menegaskan komitmen pihaknya untuk memberikan arahan, pendampingan, serta program pelatihan secara bertahap yang dilengkapi dengan sertifikasi bagi relawan PHI. Ia menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat kesiapsiagaan banjir melalui pendekatan preventif dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“MoU ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kesiapan tim dalam menghadapi situasi darurat banjir. Kolaborasi yang terbentuk diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan banjir, baik di lingkungan perusahaan maupun masyarakat, “ujar Baharudin.

Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (SALAKHA) dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui pengembangan berbagai program ramah lingkungan, dengan menempatkan pelibatan masyarakat sebagai fokus utama dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Kerja sama antara PHI dan Yayasan SALAKHA diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas internal perusahaan dalam menghadapi risiko banjir, tetapi juga menjadi model kolaborasi yang memberikan nilai tambah sosial, memperkuat peran masyarakat, serta berkontribusi nyata terhadap upaya pelestarian lingkungan dan ketahanan wilayah rawan bencana.

PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, meliputi Zona 8, Zona 9, dan Zona 10. PHI menjalankan kegiatan operasionalnya sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk mewujudkan visinya sebagai perusahaan migas kelas dunia. Melalui anak perusahaan dan afiliasinya yang bekerja sama dengan SKK Migas, PHI juga melaksanakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang inovatif guna mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia.(Nr).

Bagikan:
error: