PHM Sukses Taklukan Tantangan Minyak Karakteristik Khusus di Handil

IMG 20260129 WA0188KALIMANTAN TIMUR bekasitoday.com- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengawali tahun 2026 dengan capaian kinerja yang impresif melalui peningkatan produksi minyak sebesar 2.000 barel per hari (bph) dari Lapangan Handil, Kalimantan Timur. Tambahan produksi tersebut berasal dari keberhasilan optimasi dua sumur High Pour Point Oil (HPPO) yang performanya jauh melampaui proyeksi awal dalam Work Program & Budget (WP&B) 2026 sebesar 400 bph.

Keberhasilan ini semakin menegaskan kemampuan PHM dalam mengelola kompleksitas lapangan migas tua (mature field) di Wilayah Kerja Mahakam. Sumur HPPO di Lapangan Handil diketahui memiliki tantangan teknis tersendiri, di mana karakteristik minyak yang mudah memadat berpotensi menghambat aliran produksi apabila temperatur pipa berada di bawah titik tuang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, PHM menerapkan inovasi chemical treatment berupa Pour Point Depressant (PPD). Teknologi ini terbukti efektif menurunkan titik tuang minyak hingga mencapai 21 derajat Celcius, sehingga aliran minyak melalui pipa produksi tetap terjaga secara optimal meskipun menghadapi kondisi lingkungan yang menantang.

Senior Manager Production PHM, Robert Roy Antoni, menyampaikan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjaga kinerja produksi meski karakteristik sumur yang dikelola semakin kompleks. Menurutnya, tantangan teknis justru menjadi pemacu bagi tim untuk terus menghadirkan solusi inovatif di lapangan.

Hal senada disampaikan General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, yang menilai keberhasilan ini sebagai bukti nyata kompetensi teknis dan kolaborasi tim operasi. Dengan tambahan produksi dari sumur HPPO dan sumur beremulsi lainnya, rata-rata produksi minyak PHM kini mencapai sekitar 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah.

Pencapaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi strategis PHM dalam mendukung target produksi minyak nasional sebesar 1 juta barel per hari pada tahun 2029. Melalui investasi berkelanjutan pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi, PHM optimistis dapat terus menjaga ketahanan energi nasional.

Upaya peningkatan produksi ini juga dijalankan sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), guna memastikan penyediaan energi yang andal, efisien, serta ramah lingkungan bagi Indonesia.(Nr).

Bagikan:
error: