Ibu 5 Anak Lulus Magister dengan IPK Nyaris Sempurna

IMG 20260312 WA0056JAKARTA- bekasitoday.com- Seorang ibu dengan lima orang anak menunjukkan perjuangan luar biasa dalam menempuh pendidikan tinggi hingga meraih gelar magister. Ia adalah Faradillah Achmad T.D., yang resmi dinyatakan lulus dalam Sidang Yudisium Program Magister Administrasi Publik di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) pada Selasa, 10 Maret 2026, di Kampus I universitas tersebut di Jakarta.

Perempuan yang lahir di Ujung Pandang, Makassar itu berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Administrasi Publik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Prestasi tersebut terbilang membanggakan, mengingat Faradillah harus membagi waktu antara tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga, pekerjaan, serta kewajiban akademiknya.

Dalam kesehariannya, Faradillah juga bekerja sebagai ahli gizi di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta. Di tengah kesibukan mengurus kelima anaknya dan menjalankan profesinya, semangatnya untuk terus belajar dan menyelesaikan pendidikan tidak pernah surut.

Dalam studi magisternya di bidang Administrasi Publik, Faradillah mengangkat penelitian berjudul “Pengaruh Kebijakan Pelatihan Kewirausahaan dan Teknologi Digital terhadap Inovasi UMKM di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.” Penelitian tersebut menyoroti pentingnya kebijakan pelatihan kewirausahaan serta pemanfaatan teknologi digital dalam mendorong inovasi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Melalui penelitian tersebut, Faradillah menilai bahwa dukungan kebijakan pemerintah serta pemanfaatan teknologi digital memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing dan kreativitas pelaku UMKM, khususnya di tingkat daerah.

Keberhasilan meraih gelar magister ini menjadi buah dari kerja keras, ketekunan, serta komitmen tinggi yang ia jalani selama masa studi. Faradillah berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.

Ia juga berharap keberhasilannya dapat menjadi motivasi bagi anak-anaknya untuk selalu bekerja keras, pantang menyerah, dan berani mengejar cita-cita. Kisah perjuangannya menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu dan besarnya tanggung jawab keluarga bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan tinggi dan mewujudkan impian.

Semangat dan ketekunan Faradillah diharapkan dapat menginspirasi banyak orang, khususnya para ibu, untuk terus berjuang meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan.(Nr).

Bagikan:
error: