10 Juli 2024

Pemanfaatan Limbah B3 Kembali Ditemukan Untuk Pengurugan

TARUMAJAYA bekasitoday.com– Limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3) jenis kotoran minyak (spent bleaching earth) kembali ditemukan tertimbun di pemukiman padat penduduk, tepatnya berada di lingkungan RT04/07 Kampung Karang Tengah, Desa Pusaka Rakyat, Kabupaten Bekasi, pada Senin, (26/4/2021), hal ini terjadi lantaran minimnya pengetahuan masyarakat akan dampak bahaya dari pemanfaatan limbah B3 terhadap kesehatan.

Pemanfaatan limbah yang di duga mengandung B3 jenis kotoran minyak (spent bleaching earth) dijadikan bahan untuk mengurug lahan di wilayah Kecamatan Tarumajaya.

Karena keterbatasan lahan untuk bermain, anak-anak sekitar menjadikan lahan tersebut arena bermain, seperti main layangan, dan sepak bola. Walaupun dirasa panas khususnya di telapak kaki, mereka tidak menghiraukan.

“Kaki saya terasa panas juga om ketika menginjak lahan itu, “ujarnya yang kemudian larut dalam canda tawa dengan teman sebayanya.

Sama halnya yang diutarakan ibu-ibu warga setempat, menurutnya, pada saat pengurugan awal kami merasakan juga aroma yang tidak sedap yang dihasilkan dari kotorang minyak tersebut.

“Sempat terganggu juga sih, tapi mau gimana lagi, kami gak enak kalau ngomong begini-begitu, “terang ibu-ibu yang tidak mau menyebutkan namanya itu.

Namun saat MataJabar.com dan Media bekasitoday.com mendatangi kediaman H Madinah yang disebut-sebut sebagai pemilik lahan yang saat ini sedang dilakukan pengurugan untuk di konfirmasi, tidak menjawab salam yang di lontarkan media.

Dan hingga berita ini di rilis, belum di peroleh keterangan dari pemilik lahan tersebut.

Diketahui sebelumnya, di awal tahun 2019 pemanfaatan bahan mengandung limbah bahan beracun berbahaya untuk pengurugan lahan pernah terjadi di Kampung Blencong, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya.

Tidak tanggung-tanggung, Tim Gegana dari Mabes Polri bekerja sama dengan Kementrian Lingkungan Hidup diterjunkan untuk mengambil sampel air dan tanah untuk di identifikasi kandungannya.

Peristiwa tersebut kemudian menjadi viral karena banyak diliput media tv, cetak maupun online. Serta banyak menuai reaksi baik dari elemen masyarakat, Muspika Tarumajaya, maupun Dinas Lingkungan Hidup, setelah terpaparnya tiga orang bocah dengan luka bakar serius akibat bermain di lahan limbah B3 tersebut.(Nr).

Loading

Bagikan:

Berita Terkait

error: