
CIKARANG bekasitoday.com- Ketua Umum LSM Benteng Bekasi, Turangga Cakra Undaksana, menyuarakan protes keras atas dugaan intimidasi yang dialami pedagang kopi keliling asal Desa Cibatu yang berjualan di kawasan Lippo Cikarang, Kecamatan Cikarang Selatan. Ia menilai para pedagang kecil tersebut belum mendapatkan perlindungan dan kejelasan sikap dari pemerintah setempat maupun wakil rakyat di daerah tersebut.
Turangga mempertanyakan peran Pemerintah Desa Cibatu, Pemerintah Kecamatan Cikarang Selatan, hingga anggota DPRD setempat yang dinilai belum hadir memberikan solusi konkret bagi para pedagang kopi keliling. Padahal, menurutnya, mayoritas pedagang tersebut merupakan warga asli Desa Cibatu yang menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang sehari-hari.
“Apakah pemerintah desa dan kecamatan mau atau tidak memberikan wadah bagi pedagang kopi keliling yang tersebar di wilayah Lippo Cikarang? Mereka adalah masyarakat Cibatu yang sedang mengais rezeki, “ujar Turangga dalam keterangannya, Rabu (15/1/2026).
Ia mengungkapkan, para pedagang kerap mengalami pelarangan bahkan pengusiran oleh pihak-pihak tertentu saat berjualan. Kondisi tersebut dinilai semakin memprihatinkan karena belum adanya langkah nyata dari pemerintah untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi pedagang kecil.
Selain itu, Turangga juga mempertanyakan keberpihakan para wakil rakyat terhadap masyarakat kecil yang tengah berjuang mempertahankan mata pencaharian. Ia menyayangkan adanya kesan pembiaran terhadap tekanan yang dialami warga Cibatu di wilayah yang seharusnya menjadi ruang hidup mereka sendiri.
Sebagai bentuk respons, Turangga mengaku telah menginstruksikan seluruh anggota dan pengurus LSM Benteng Bekasi untuk bersiap menggelar aksi demonstrasi bersama para pedagang kopi keliling. Aksi tersebut direncanakan dengan titik kumpul di Kantor Desa Cibatu.
Ia menegaskan, apabila pemerintah tidak segera turun tangan dan memberikan ruang keadilan bagi pedagang kecil untuk berusaha, maka aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan dilakukan.
“Jika pemerintah tidak mau hadir untuk memberikan keadilan bagi mereka yang mencari nafkah secara halal, kami akan melakukan aksi besar-besaran, “tegasnya.
Dalam pernyataannya, Turangga juga menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi warga Cibatu yang menurutnya masih mengalami tekanan di tanah kelahirannya sendiri. Ia mengkritik pihak-pihak yang dinilai hanya berani menertibkan pedagang kecil, namun tidak tegas terhadap usaha lain yang diduga bermasalah dari sisi perizinan.
LSM Benteng Bekasi menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi agar segera mengambil langkah konkret, sehingga para pedagang kecil dapat berjualan dengan aman, layak, dan bermartabat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan, maupun perwakilan pengelola kawasan Lippo Cikarang belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut.(Nr).
