MEDAN- bekasitoday.com– Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional. Ketua Dekopin Sumut, Zulkifli Utama, SE, menyampaikan bahwa penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan koperasi konvensional menjadi bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam kegiatan Diskusi Publik Tantangan dan Hambatan Serta Strategi Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan Nasional Melalui Peningkatan Kapasitas Koperasi di Wilayah Sumatera Utara, Rabu (4/2/2026), Zulkifli menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) pengelola koperasi. Menurutnya, tanpa SDM yang memahami fungsi dan peranan koperasi sesuai amanat UU Nomor 25 Tahun 1992, koperasi tidak akan berjalan optimal.
“Ada tiga perangkat organisasi koperasi, yakni Rapat Anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, Pengurus, dan Pengawas. Semua harus berfungsi dengan baik, “jelasnya.
Hadir dalam diskusi tersebut Kadis Koperasi dan UKM Deliserdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, MM, Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi UKM Sumut, Juniari Siahaan, S.Kom, M.Si, serta para pengurus KDKMP dan koperasi konvensional.
Juniari Siahaan mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, tercatat sekitar 6.100 KDKMP telah terbentuk di Sumut, namun baru 20 persen di antaranya memiliki gerai.
“Melalui diskusi ini, kita ingin menginventarisir permasalahan di lapangan. Koperasi akan berjalan baik apabila pengurus, anggota, dan pengawas sejalan dengan pemerintah, “ujar Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi UKM Sumut tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa KDKMP diharapkan lebih aktif dalam kemitraan, termasuk dengan dapur MBG dan koperasi konvensional yang sudah memiliki aset untuk mendukung program tersebut.
Sementara itu, Kadis Koperasi Deli Serdang, Dr. Hj. Miska Gewasari, MM, menekankan pentingnya pertemuan ini untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah daerah dan provinsi.
“Terima kasih kepada Dekopin Sumut yang telah menggagas acara ini. Mudah-mudahan posisi strategis Sumatera Utara dapat meningkatkan kualitas manajemen koperasi, “katanya.
Miska menambahkan, koperasi saat ini dihadapkan pada tantangan perubahan zaman, teknologi, dan kebijakan. Hal ini menuntut koperasi untuk beradaptasi agar tetap eksis.
“Kita berharap koperasi menjadi sokoguru perekonomian Indonesia. Semangat yang sama harus kita jaga agar koperasi mampu mengikuti perkembangan zaman, meminimalisir sektor simpan pinjam, dan mengutamakan sektor riil, “tegasnya.
Dengan adanya komitmen Dekopin Sumut dan dukungan pemerintah daerah, koperasi diharapkan semakin berdaya, eksis, dan mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan di Sumatera Utara serta berkontribusi pada perekonomian nasional.(Tim).
