Kemnaker Dorong Efisiensi Rekrutmen Lewat Walk-In Interview

IMG 20260305 WA0007JAKARTA- bekasitoday.com– Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus mempercepat penempatan tenaga kerja melalui skema Walk-In Interview yang dinilai lebih efektif dan efisien. Program ini mempertemukan pencari kerja (pencaker) dengan perusahaan secara langsung tanpa proses rekrutmen panjang, serta terintegrasi dengan platform SIAPkerja untuk memastikan transparansi dan kemudahan akses.

Pada pelaksanaan terbaru di Gedung Pusat Pasar Kerja Kemnaker, Jakarta, Rabu (4/3/2026), sebanyak 150 pencaker mengikuti sesi wawancara terbuka untuk memperebutkan 11 posisi kerja di sembilan jabatan berbeda pada perusahaan industri makanan dengan penempatan wilayah Jabodetabek.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, yang hadir langsung meninjau kegiatan tersebut, menegaskan bahwa metode wawancara langsung menjadi solusi konkret dalam mempercepat proses rekrutmen sekaligus memperkuat konektivitas layanan ketenagakerjaan melalui SIAPkerja. Menurutnya, mekanisme ini memungkinkan perusahaan menilai kandidat secara menyeluruh, tidak hanya dari dokumen administrasi, tetapi juga melalui interaksi langsung.

“Kami ingin menghadirkan layanan yang benar-benar mempermudah talenta Indonesia mendapatkan pekerjaan secara cepat, terbuka, dan transparan, “ujar Cris.

Ia juga mengingatkan pencaker untuk rutin memperbarui profil di aplikasi SIAPkerja agar proses verifikasi lebih cepat dan peluang lolos seleksi semakin besar. Cris menekankan bahwa peran Kemnaker tidak hanya sebagai fasilitator pertemuan, tetapi juga memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai regulasi ketenagakerjaan, termasuk perlindungan hak-hak pekerja sejak awal.

Cris mengimbau masyarakat untuk memantau informasi resmi melalui media sosial @kemnaker dan laman kemnaker.go.id, serta menyebarluaskan agenda walk-in interview agar semakin banyak pencaker mendapat kesempatan yang sama.

Sementara itu, Talent Acquisition Specialist PT Bangkit Lakukuliner Indonesia, Carmenita Natali, menyambut positif inisiatif ini. Ia menilai pola rekrutmen langsung membantu perusahaan memperoleh kandidat yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya sektor makanan dan minuman. Menurutnya, dukungan pemerintah terhadap model seleksi seperti ini sangat penting untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menjaga dinamika industri tetap kompetitif.(Nr).

Bagikan:
error: