Kemenkop Kaji Skema Pembiayaan Mikro Melalui Kolaborasi Koperasi Desa Merah Putih

IMG 20260406 WA0063JAKARTA- bekasitoday.com- Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menegaskan pentingnya kolaborasi antara Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dengan koperasi yang telah eksisting sebagai strategi utama dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke BMT Al-Fath Ikmi di Tangerang Selatan, Senin (6/4/2026), dalam rangka sosialisasi kebijakan strategis perkoperasian. Dalam kesempatan itu, Wamenkop menjelaskan bahwa koperasi yang sudah mapan dapat berperan sebagai “kakak asuh” bagi koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Menurut Farida, peran tersebut mencakup pemberian akses pembiayaan mikro, pendampingan edukasi, hingga penguatan kapasitas kelembagaan.

“Koperasi eksisting memiliki pengalaman dan sistem yang kuat untuk mendampingi Kopdes Merah Putih. Sinergi ini krusial agar masyarakat di tingkat desa bisa merasakan manfaat langsung dari program pemerintah, “ujarnya.

Lebih lanjut, Kementerian Koperasi Republik Indonesia saat ini tengah melakukan kajian mendalam dengan melibatkan sejumlah koperasi simpan pinjam (KSP) untuk menjalankan pilot project pembiayaan mikro. Kajian tersebut mencakup simulasi skema pendanaan yang melibatkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir.

Dalam skema yang dirancang, LPDB akan menyalurkan pendanaan kepada koperasi eksisting dengan bunga rendah sebesar 2 persen. Selanjutnya, koperasi eksisting menyalurkan kembali pembiayaan kepada Kopdes Merah Putih dengan margin tertentu, sehingga masyarakat desa dapat memperoleh akses pembiayaan dengan bunga maksimal 6 persen.

“Kami sedang mengkaji agar bunga 6 persen itu benar-benar sampai dan diterima di masyarakat. Masukan dari para praktisi koperasi seperti BMT Al-Fath sangat penting bagi kami untuk mengawal kebijakan LPDB ini agar tepat sasaran, “tegas Farida.

Melalui program Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap dapat memutus ketergantungan masyarakat desa terhadap pembiayaan non-formal yang memberatkan, sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional dari level akar rumput.(Nr).

Bagikan:
error: