Kota Tangerang Tancap Gas Benahi Infrastruktur 2026

IMG 20260406 WA0066TANGERANG- bekasitoday.com– Pemerintah Kota Tangerang menetapkan fokus pembangunan infrastruktur tahun 2025–2026 pada penguatan konektivitas jalan, pengendalian banjir, serta pengembangan kawasan berbasis transportasi terpadu atau Transit Oriented Development (TOD). Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk mewujudkan kota yang efisien, berkelanjutan, dan terintegrasi.

Pada sektor jalan, Pemkot tidak hanya merencanakan pembukaan delapan ruas baru pada 2026, tetapi juga meningkatkan kualitas konstruksi melalui perkerasan aspal hotmix berlapis (overlay) dan betonisasi pada titik dengan beban lalu lintas tinggi. Sejumlah ruas strategis seperti Jalan M. Toha, Jalan Lio Baru, dan Jalan Imam Bonjol diperlebar hingga 2–4 meter di beberapa segmen. Peningkatan ini turut dilengkapi pembangunan saluran tepi jalan (side drain) guna memperkuat sistem drainase.

Selain itu, Pemkot mulai mengintegrasikan sistem manajemen lalu lintas berbasis teknologi melalui pemasangan Area Traffic Control System (ATCS) di simpang-simpang padat. Upaya ini juga didukung penambahan rambu serta marka thermoplastic untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Sementara itu, perbaikan jalan lingkungan dilakukan dengan pendekatan berbasis wilayah (cluster-based improvement), terutama di kawasan padat penduduk dan jalur penghubung antarpermukiman, dengan pekerjaan meliputi pengecoran jalan, peningkatan lapisan pondasi, serta perbaikan drainase lingkungan.

Di sektor transportasi terintegrasi, pengembangan kawasan TOD Poris Plawad diarahkan sebagai kawasan mixed-use development yang menggabungkan hunian vertikal, area komersial, serta integrasi moda transportasi seperti KRL Commuter Line, angkutan kota, dan layanan feeder bus. Kawasan ini juga dilengkapi fasilitas ramah pejalan kaki serta jalur sepeda untuk mendorong mobilitas rendah emisi. Optimalisasi akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut diperkuat melalui peningkatan konektivitas jalan arteri dan transportasi publik.

Dalam upaya pengendalian banjir, Pemkot menerapkan pendekatan terpadu berbasis drainage masterplan. Pembangunan embung dan polder dilengkapi rumah pompa berkapasitas besar serta sistem pintu air otomatis untuk mengatur debit aliran. Normalisasi sungai dan saluran sekunder dilakukan melalui pengerukan sedimen secara berkala, dengan target peningkatan kapasitas tampung air hingga 20–30 persen di sejumlah titik rawan. Selain itu, teknologi early warning system berbasis sensor ketinggian air mulai diuji coba untuk meningkatkan kecepatan respons terhadap potensi banjir.

Pada sektor fasilitas umum, pengembangan ruang terbuka hijau dilakukan dengan konsep kota berkelanjutan melalui penambahan vegetasi peneduh, area resapan air, dan fasilitas olahraga publik. Kawasan Griya Harmoni juga dikembangkan sebagai pusat interaksi sosial berbasis komunitas dengan fasilitas pelatihan, ruang kreatif, serta layanan masyarakat.

Sementara itu, penyelesaian RSUD Panunggangan Barat diproyeksikan segera beroperasi dengan kapasitas ratusan tempat tidur. Rumah sakit ini akan dilengkapi layanan unggulan seperti instalasi gawat darurat 24 jam, ruang operasi modern, serta sistem rekam medis digital.

Di bidang digital, Pemkot Tangerang terus memperluas implementasi smart city melalui integrasi data lintas perangkat daerah dalam satu command center. Pengembangan aplikasi Tangerang LIVE juga terus dilakukan, dengan penambahan fitur layanan administrasi, pengaduan masyarakat berbasis geo-tagging, hingga integrasi sistem pembayaran digital untuk retribusi dan pajak daerah.

Secara keseluruhan, pembangunan infrastruktur yang dijalankan Pemkot Tangerang tidak hanya berorientasi pada peningkatan konektivitas dan pengurangan kemacetan, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi layanan publik, mitigasi risiko bencana, serta memperkuat konsep kota cerdas dan berkelanjutan.(Nr).

Bagikan:
error: