14 Oktober 2024

3 Tahun Pelaku Dugaan Pembunuhan Belum Terungkap, Ibu Korban Minta Keadilan

Img 20240615 Wa0018SUKAWANGI bekasitoday.com– Keluarga Muhammad Sam’an Fadhila (korban-red) menanti kepastian siapa pelaku dan apa yang menjadi motif tewasnya korban. Lantaran, hampir 3 tahun lamanya kasus dugaan pembunuhan seorang remaja di Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat belum terungkap.

Saat ditemui dirumahnya, di kampung Karang Getak, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Warnah (49) Ibunda almarhum Muhammad Sam’an Fadhila mengungkapkan, hingga saat ini kasus tewasnya korban belum juga terungkap dan pelaku masih berkeliaran bebas.

“Udah tiga tahun pak, belum ada titik terangnya pak, kata polisi masih saksi-saksi pak belum ada buktinya, sampai sekarang belum ada kejelasan saya pengen cepet terungkap pak, “jelasnya, Jumat (14/6/2024).

Dirinya mengaku, kerap mempertanyakan penanganan kasus tersebut mulai dari tingkat Polsek Tambelang, Polres Metro Bekasi, hingga Polda Metro Jaya. Tetapi dirinya tetap saja tak menemukan keadilan bagi putranya, dan para pelaku masih bebas berkeliaran.

“Pertama itu ke Polsek, ke Polres, ke Polda udah semua pak saya jelajahin tapi tanggapannya lagi diproses lagi di proses, sampai sekarang pak belum ada titik terang belum ada kabar dari pihak kepolisian, belum ada yang kemari lagi pak, saya mohon keadilan anak saya pak, “ungkapnya.

Lebih lanjut, Irma (27) kakak korban menuturkan banyak kejanggalan dalam pengungkapan kasus kematian adiknya itu, karena diduga pelakunya orang berpengaruh diwilayah tersebut.

“Kalau itu pernah orang Polsek juga bilang ini melibatkan keluarga cendana, kalau cendana itu ya orang kaya dia punya pengaruh disini, “ujar Irma.

Sehingga, kata Irma ada dugaan kasus tersebut dibuat tidak berjalan prosesnya di Polres Metro Bekasi. Ia dan keluarga berharap dan meminta perhatiannya dari Presiden Jokowi, dan Kapolri Jendaral Listyo Sigit Prabowo, agar kasus tewasnya korban bisa segera terungkap dan para pelaku bisa tertangkap.(Nr).

Loading

Bagikan:

Berita Terkait

error: