Sosialisasi 4 Pilar MPR-RI, Mahfudz Abdurrahman Ajak Aktivis Pelestari Budaya Silat Perkuat Pemahaman Nilai Kehidupan Berbangsa

IMG 20260316 WA0009BEKASI- bekasitoday.com Anggota MPR/DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VI (Kota Bekasi dan Kota Depok), Mahfudz Abdurrahman, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama para aktivis Gerakan Moral Pelestari Budaya Silat Bekasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna DPD PKS Kota Bekasi, Sabtu (14/3/2026), sejak pagi hingga siang hari.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bekasi, Fendaby Surya, serta para pegiat dan pengurus Gerakan Moral Pelestari Budaya Silat Betawi Bekasi.

Dalam pemaparannya, Mahfudz menekankan pentingnya memperkuat pemahaman dan pengamalan Empat Pilar MPR RI sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya bagi para aktivis gerakan moral dan pegiat pelestari budaya silat.

“Empat Pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya sekadar sosialisasi saja dan konsep normatif, tetapi harus benar-benar dijadikan landasan hidup yang harus dipahami dan direalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Kita harus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai empat pilar kebangsaan agar budaya tidak terpengaruh dan hilang terbawa derasnya arus perkembangan era digital, “ujar Mahfudz.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan agar seluruh lapisan masyarakat, khususnya para aktivis yang tergabung dalam Gerakan Moral Pelestari Budaya Silat, memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai kebangsaan.

“Kami memberikan sosialisasi empat pilar agar para aktivis lebih paham dan dapat membantu menyampaikan kepada seluruh pecinta budaya, khususnya budaya silat. Harapannya, nilai-nilai empat pilar ini dapat direalisasikan dalam kehidupan individu, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, “tambahnya.

Selain sebagai anggota DPR RI yang bertugas di Komisi I, Mahfudz juga merupakan Dewan Pembina Gerakan Moral Pelestari Budaya Silat Betawi Bekasi. Ia menilai sosialisasi Empat Pilar sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama untuk memperkuat ideologi negara di tengah derasnya pengaruh teknologi dan arus informasi di dunia maya.

Menurutnya, masyarakat perlu bijak dalam menggunakan media sosial agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan budaya dan tidak menjadi alat yang memicu disintegrasi bangsa.

“Kita harus bijak dalam bermedia sosial. Gunakan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, serta etika dan moralitas sebagai dasar dalam menerima informasi, sekaligus sebagai landasan dalam melestarikan budaya, khususnya silat, “tegasnya.

Mahfudz juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk menyebarkan informasi palsu. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila dinilai semakin penting di era digital saat ini.

“Sebagai upaya menangkal hal-hal negatif tersebut, kita harus memiliki pemahaman yang baik tentang nilai kebangsaan. Jika tidak, bukan tidak mungkin hal itu akan berdampak negatif terhadap keluarga, lingkungan, dan generasi muda penerus bangsa, “jelasnya.

Sementara itu, salah satu peserta sosialisasi yang akrab disapa Bang Fadil, yang juga pengurus Gerakan Moral Pelestari Budaya Silat Betawi Bekasi, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan sosialisasi Empat Pilar tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan terus dilakukan hingga menjangkau masyarakat luas.

“Ini acara sangat bagus, terlebih bagi kami sebagai pegiat budaya. Dari kegiatan ini kami bisa lebih memahami apa itu empat pilar kebangsaan. Kami juga bisa menjadikannya sebagai dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, serta menyampaikan kembali nilai-nilai tersebut kepada masyarakat, khususnya anggota perguruan silat, “ungkapnya.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan agar pemahaman masyarakat mengenai nilai-nilai kebangsaan semakin kuat di tengah perkembangan zaman.(Nr).

Bagikan:
error: