BEKASI- bekasitoday.com– Komitmen calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dari unsur keterwakilan perempuan dinilai sebagai langkah strategis dalam pembangunan desa. Kehadiran perempuan di BPD diyakini mampu memastikan isu-isu kesehatan ibu-anak serta infrastruktur dasar yang ramah perempuan dan anak mendapat perhatian khusus.
Hal ini ditegaskan oleh Amelia SE, calon anggota BPD dari Dusun 2, Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan. Dalam keterangannya usai mendaftarkan diri, Amelia menyampaikan tekadnya untuk menjadi penyambung aspirasi masyarakat, khususnya terkait infrastruktur dan penguatan peran kader PKK serta Posyandu.
“Ya, majunya saya ingin menjadi penyambung aspirasi masyarakat terutama infrastruktur, untuk menjadi desa yang berdaya saing, serta bisa menjadi jembatan untuk para kader PKK dan Posyandu, “ujarnya, Kamis (30/4/2026).
Amelia menekankan pentingnya menjadikan BPD sebagai lembaga yang transparan, aktif, dan mengedepankan musyawarah. Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan desa.
“BPD harus menjadi pendengar yang baik serta jembatan aspirasi masyarakat, khususnya perempuan, demi kemajuan Desa, “tambahnya.
Menurut Amelia, semangat pengabdian menjadi dasar utama dirinya maju sebagai calon anggota BPD. Baginya, pembangunan desa tidak hanya sebatas program, tetapi juga wujud kepedulian dan kerja nyata untuk masyarakat. Ia berharap masyarakat Desa Huripjaya dapat memberikan doa dan dukungan agar dirinya dapat mengemban amanah tersebut.
Partisipasi generasi muda dan keterwakilan perempuan dalam BPD diharapkan mampu menghadirkan gagasan baru serta memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa. Dengan demikian, Desa Huripjaya dapat terus berkembang menjadi desa yang berdaya saing, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.(Put).
