PAPUA- bekasitoday.com– Komandan Kodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Werijon, M.Han., secara resmi meresmikan jembatan baru di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi, Papua, pada Sabtu (7/3/2026). Pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Laut terhadap program strategis nasional melalui Satgas Darurat Jembatan guna mempercepat pembangunan di wilayah timur Indonesia.
Keberadaan jembatan ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Sarmi. Selain mempermudah mobilitas masyarakat, jembatan tersebut juga diharapkan dapat memperlancar distribusi logistik yang selama ini menjadi tantangan bagi warga di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI (Mar) Werijon menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur fisik memiliki peran penting sebagai penggerak utama pembangunan daerah.
“Jembatan ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas logistik dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana vital dalam mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan laut di wilayah kerja Kodaeral X, “ujar Dankodaeral.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat lokal sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar-kampung di Distrik Bonggo.
Selain meresmikan jembatan, Mayjen TNI (Mar) Werijon juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan memberikan tali asih berupa sepatu sekolah kepada para guru dan siswa di SDN Krim Podena. Bantuan tersebut menjadi simbol perhatian TNI AL terhadap masa depan generasi muda di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
“Sepatu ini adalah simbol perhatian dan semangat dari saya agar anak-anak di Bonggo Barat dapat bersekolah dengan lebih nyaman dan percaya diri dalam mengejar cita-cita mereka, “ungkap Werijon.
Kegiatan peresmian jembatan ini turut dihadiri jajaran pejabat Kodaeral X, perwakilan Pemerintah Kabupaten Sarmi, tokoh adat, serta masyarakat setempat yang menyambut antusias hadirnya akses transportasi yang lebih baik di wilayah mereka.(Nr).
