BEKASI- bekasitoday.com– Fenomena olahraga push bike atau sepeda tanpa pedal semakin mencuri perhatian keluarga Indonesia. Hal ini terbukti dalam gelaran ThunderBoltz Go! Wet Race 2026 yang berlangsung di Go! Wet Waterpark Grand Wisata, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (10/5/2026). Ajang tersebut sukses menghadirkan 341 rider cilik dari berbagai daerah, bahkan lintas pulau, mulai dari Lampung, Kalimantan, hingga Pekalongan.
Mayoritas peserta adalah anak usia dini, dengan rentang umur 1 tahun 8 bulan hingga 8 tahun. Mereka berlaga di lintasan berstandar nasional sepanjang 420 meter, menjadikan event ini salah satu trek push bike terbaik di kawasan Bekasi.
Antusiasme Keluarga
Founder Push Bike Academy sekaligus penyelenggara, Muhammad Algifari, menegaskan bahwa tren push bike kini menjadi pilihan banyak orang tua untuk menyalurkan energi anak ke aktivitas sehat dan kompetitif.
“Antusias masyarakat sangat luar biasa. Saya membangun akademi ini agar anak-anak usia dini punya aktivitas positif dan tidak bergantung pada gadget, “ujar Algifari.
Menurutnya, push bike bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana membangun motorik, keseimbangan, fokus, dan mental kompetisi sejak dini.
Dukungan Go! Wet Waterpark
General Manager Go! Wet Waterpark Grand Wisata, Tiku Purwowiratno, menilai push bike sebagai solusi positif di tengah tingginya ketergantungan anak terhadap gawai.
“Kami melihat komunitas push bike ini sangat bagus untuk anak-anak. Selain menyehatkan, mereka juga bisa berprestasi lewat ajang-ajang kompetisi seperti ini, “katanya.
Go! Wet berkomitmen menjadi ruang terbuka bagi kegiatan edukatif yang mendukung pengembangan generasi muda, bukan hanya destinasi wisata air.
Lebih dari Sekadar Balapan
ThunderBoltz kini berkembang menjadi wadah pembentukan karakter, sportivitas, dan gaya hidup sehat bagi generasi kecil Indonesia. Dengan konsep sportainment, peserta tak hanya berkompetisi, tetapi juga menikmati wahana rekreasi keluarga.
Event ini menegaskan bahwa push bike bukan sekadar tren sesaat, melainkan gerakan nyata untuk mencetak anak-anak Indonesia yang aktif bergerak, berani berkompetisi, dan jauh dari ketergantungan gadget.(Bisot).
