Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur, 4 Orang Tewas

IMG 20260428 WA0004BEKASI- bekasitoday.com– Kecelakaan maut terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, sekitar pukul 20.55 WIB. Insiden ini melibatkan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line Cikarang Line, yang mengakibatkan sedikitnya empat orang meninggal dunia serta puluhan lainnya luka-luka.

Berdasarkan laporan awal, kecelakaan dipicu oleh sebuah mobil taksi yang mogok di perlintasan sebidang dekat stasiun. Kendaraan tersebut kemudian tertemper rangkaian KRL, memaksa kereta komuter melakukan pengereman mendadak dan berhenti dalam posisi belum sepenuhnya aman.

Sekitar pukul 20.52–21.00 WIB, KRL Commuter Line nomor perjalanan PLB 5568A relasi Kampung Bandan–Cikarang diketahui tengah berhenti di Jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk proses naik-turun penumpang. Namun secara tiba-tiba, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi melintas dari arah barat dan masuk ke jalur yang sama.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat serta dugaan keterlambatan pengiriman sinyal darurat, tabrakan tak terhindarkan. Lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam bagian belakang rangkaian KRL dengan keras.

Benturan hebat menyebabkan kerusakan parah pada gerbong belakang KRL, bahkan dilaporkan terdapat bagian gerbong yang tembus. Gerbong khusus wanita disebut menjadi bagian yang mengalami kerusakan paling serius.

Petugas gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), pemadam kebakaran, dan kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi penumpang yang terjebak di dalam rangkaian.

Hingga laporan terbaru, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara korban luka-luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan medis.

Kecelakaan ini juga berdampak besar terhadap operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi-Cikarang yang lumpuh total sementara selama proses evakuasi dan penanganan berlangsung.

Sejumlah indikasi awal mengarah pada dugaan kemungkinan kelalaian dalam pengaturan perjalanan kereta. Sorotan tertuju pada petugas pengatur perjalanan kereta api (PPKA) yang diduga mengizinkan KA Argo Bromo Anggrek melintas sebelum memastikan jalur benar-benar aman. Selain itu, terdapat dugaan gangguan koordinasi dalam sistem persinyalan otomatis, yang seharusnya menunjukkan sinyal merah bagi kereta yang berada di belakang rangkaian KRL.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam insiden tragis tersebut.(Tim).

Bagikan:
error: