Kemenkop Mulai Pelatihan Nasional Calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih, Siapkan SDM Profesional Penggerak Ekonomi Desa

IMG 20260717 WA0044(1)CIMAHI- bekasitoday.com– Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai pelatihan dan sertifikasi nasional bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis membangun sumber daya manusia (SDM) profesional yang akan menjadi motor penggerak ekonomi desa di seluruh Indonesia.

Program tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Cimahi, Jawa Barat, Kamis (17/7/2026). Pelatihan ini merupakan tahapan lanjutan setelah para peserta menyelesaikan pendidikan karakter dan bela negara yang difasilitasi Kementerian Pertahanan.

Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan pengelola koperasi yang mampu menjalankan amanat konstitusi dalam membangun ekonomi kerakyatan.

“Pelatihan ini bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyiapan garda terdepan untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945 melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, “ujar Ferry.

Ia menjelaskan, pembentukan manajer KDKMP dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pendidikan karakter dan bela negara, pelatihan kompetensi manajerial, serta sertifikasi kompetensi. Melalui rangkaian tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya manajer koperasi yang memiliki integritas, profesionalisme, dan kemampuan manajerial yang kuat dalam mengelola koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

“Ini adalah tugas sejarah. Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih adalah gerakan negara yang harus terus dijaga karena tujuannya sangat mulia, “tegasnya.

Menurut Ferry, keberhasilan operasional KDKMP sangat bergantung pada kualitas para manajer yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, peserta diminta tetap fokus menghadapi berbagai tantangan dalam membangun ekonomi desa berbasis koperasi.

Selain mendapatkan materi mengenai tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, dan disiplin organisasi, para peserta juga dibekali berbagai kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kolaborasi, serta penguatan karakter.

“Kami ingin para manajer KDKMP tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga mampu membangun komunikasi yang baik, memimpin tim, dan berinteraksi dengan masyarakat desa. Soft skills ini akan sangat menentukan keberhasilan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, “kata Ferry.

Ia menambahkan, para manajer nantinya memegang peran strategis dalam mengelola distribusi barang bersubsidi, menyediakan layanan keuangan mikro, hingga menjadi agregator berbagai produk UMKM lokal.

“Kita ingin mencetak manajer yang akuntabel, profesional, dan adaptif. Keberhasilan operasionalisasi koperasi di desa-desa sangat bergantung pada kompetensi manajerial yang dipelajari selama pelatihan ini, “ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjelaskan bahwa pelatihan nasional tersebut diikuti puluhan ribu peserta yang tersebar di 15 komando latihan, enam satuan pendidikan, dan 451 kelas di seluruh Indonesia.

Pelatihan berlangsung selama 13 hari, mulai 17 hingga 31 Juli 2026, dengan total 90 jam pelajaran. Kurikulum yang diberikan mencakup tata kelola koperasi, manajemen keuangan, digitalisasi, kewirausahaan, kepemimpinan, pengembangan soft skills, hingga pemanfaatan metode Talent DNA guna memperkuat integritas dan kepemimpinan peserta.

Sebagai tahapan akhir, seluruh peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga diharapkan memiliki kompetensi yang diakui secara nasional.

Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian, yang turut memberikan pembekalan, menilai pengelolaan talenta terhadap sekitar 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang dipersiapkan menjadi manajer KDKMP merupakan fondasi penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Menurut Ary, pendekatan Talent DNA akan membantu para peserta mengenali potensi diri, memahami kekuatan pribadi, sekaligus mengoptimalkan kemampuan mereka dalam mengelola koperasi secara profesional di tingkat desa maupun kelurahan.

Program pelatihan nasional ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dikelola oleh SDM yang kompeten, profesional, berintegritas, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, sehingga koperasi benar-benar menjadi pilar penguatan ekonomi desa di seluruh Indonesia.(Nr).

Bagikan:
error: