Diimingi Keuntungan Besar, Sejumlah Warga Jadi Korban Penipuan Investasi Dapur MBG “Bodong”

Copilot imageBEKASI- bekasitoday.com– Kasus dugaan investasi bodong kembali mencuat di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kali ini, lebih dari 20 warga Desa Buni Bakti dilaporkan menjadi korban penipuan berkedok investasi proyek dapur MBG yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Para korban mengaku tergiur dengan iming-iming keuntungan berlipat yang ditawarkan oleh terduga pelaku.

Setiap korban diminta menyetorkan uang dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta. Salah satu korban berinisial (H) mengungkapkan bahwa dirinya tertarik mengikuti investasi tersebut karena diyakinkan dana yang disetorkan akan digunakan untuk pembangunan dapur proyek MBG. Namun, sejak menyetor uang pada Januari lalu, korban tidak pernah mendapat informasi jelas mengenai proyek tersebut.

“Pelaku ini mengajak bisnis MBG dengan dalih investasi. Tapi sejak saya setor uang Januari lalu sampai sekarang tidak pernah diberi tahu alamat dapurnya, dan sekarang malah sudah tidak bisa dihubungi lagi, “ujar (H) kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

Terduga pelaku diketahui berinisial (L), warga Perumahan Pondok Permata Babelan. Selain menawarkan investasi proyek dapur MBG, (L) juga diduga menjalankan modus lain berupa investasi penyewaan kendaraan. Korban dijanjikan bahwa mobil atau motor yang diserahkan akan disewakan ke perusahaan tertentu sehingga menghasilkan keuntungan rutin. Namun kenyataannya, kendaraan milik korban justru diduga digadaikan oleh pelaku.

“Jadi selain iming-iming bisnis MBG, pelaku juga menjanjikan investasi penyewaan kendaraan. Tapi kendaraan korban malah digadaikan, “ungkap salah seorang korban lainnya.

Akibat kejadian tersebut, total kerugian para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Para korban berharap aparat penegak hukum segera menangkap pelaku dan mengembalikan uang serta aset mereka. Bahkan, sejumlah korban membuka sayembara bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan terduga pelaku.

Dari pantauan awak media, hingga saat ini para korban belum membuat laporan resmi ke pihak kepolisian. Sementara itu, pihak kepolisian juga belum memberikan keterangan terkait dugaan penipuan yang meresahkan warga tersebut.(Nr).

Bagikan:
error: