Sengketa Lahan Club de Arjuna Berdampak ke Pekerja, Ratusan Karyawan Minta Kepastian Bisa Kembali Bekerja

IMG 20260919 WA0098JAKARTA- bekasitoday.com– Persoalan sengketa lahan yang berdampak terhadap operasional Club de Arjuna kini turut berimbas pada sektor ketenagakerjaan. Ratusan karyawan PT Arjuna Prabadwipa Amarta menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi setelah tempat mereka bekerja berhenti beroperasi.

Aksi berlangsung di depan gedung Arjuna Hyperbowling, Jalan Raya Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (17/9/2026). Para pekerja mengenakan seragam kerja berwarna merah muda dan kuning. Mereka juga membawa poster serta spanduk yang menggambarkan kondisi dan harapan para karyawan.

Sejumlah pesan yang disampaikan dalam aksi antara lain, “Kami Perlu Makan, Jangan Tutup Tempat Kerja Kami”, “Tempat Kerja Kami Ditutup, Siapa yang Menampung Kami?”, “Anak Kami Perlu Makan”, “Anak Kami Perlu Sekolah”, dan “Kami Ini Korban.”

Pesan tersebut menggambarkan kekhawatiran pekerja terhadap dampak penghentian operasional tempat mereka bekerja. Bagi para karyawan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sebuah tempat usaha, tetapi juga menyangkut keberlangsungan pendapatan dan kebutuhan keluarga.

Ketika aktivitas operasional terhenti, para pekerja menghadapi ketidakpastian mengenai keberlangsungan pekerjaan mereka. Di sisi lain, kebutuhan rumah tangga, biaya pendidikan anak, pangan, tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi.

Pekerja Berada di Tengah Persoalan

Manajemen PT Arjuna Prabadwipa Amarta menyebut penutupan area operasional Club de Arjuna berkaitan dengan persoalan pendudukan lahan milik PT HD Arjuna. Menurut pihak manajemen, lahan tersebut diduduki secara tidak legal oleh sebuah organisasi kemasyarakatan.

Persoalan mengenai lahan tersebut kemudian berdampak terhadap kegiatan operasional Club de Arjuna.

Para pekerja yang tidak terlibat langsung dalam persoalan kepemilikan maupun penguasaan lahan akhirnya ikut merasakan dampaknya karena tidak dapat menjalankan pekerjaan sebagaimana biasanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan para karyawan menyampaikan aspirasi secara terbuka.

Mereka meminta adanya penyelesaian terhadap persoalan yang sedang berlangsung sehingga kegiatan usaha dapat kembali berjalan dan mereka memperoleh kesempatan untuk bekerja kembali.

Aksi berlangsung secara tertib dan kondusif. Aparat kepolisian melakukan pengamanan di sekitar gerbang utama fasilitas untuk memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman.

Manajemen Pahami Kondisi Pekerja

General Manager PT Arjuna Prabadwipa Amarta, Irwan Hadianto, mengatakan pihak manajemen memahami aksi yang dilakukan para karyawan.

Menurut Irwan, aksi tersebut merupakan bentuk kegelisahan pekerja yang merasakan langsung dampak dari persoalan yang sedang berlangsung.

“Kami membenarkan bahwa pada hari ini telah berlangsung aksi massa yang dilakukan secara damai di area Club de Arjuna untuk menyuarakan aspirasi dan kegelisahan karyawan. Kami dari pihak manajemen sangat memahami beban berat yang kini dipikul oleh mereka beserta keluarganya, “ujar Irwan.

Ia mengatakan perusahaan terus berupaya agar proses hukum terkait persoalan Club de Arjuna segera memperoleh kejelasan.

“Saat ini, kami terus berupaya maksimal dan berdoa agar proses hukum yang sedang bergulir terkait Club de Arjuna dapat berjalan dengan cepat dan menghasilkan keputusan yang baik, “katanya.

Irwan menegaskan bahwa perusahaan memiliki harapan yang sama dengan para pekerja, yakni agar kegiatan operasional dapat kembali berjalan sehingga karyawan dapat kembali bekerja.

“Harapan dan tujuan utama kami satu, yaitu agar tempat ini bisa beroperasi kembali sehingga karyawan-karyawan kami dapat segera bekerja lagi, “tegasnya.

Sengketa Lahan dan Dampak Ekonomi

Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa persoalan hukum mengenai lahan dapat memiliki dampak yang lebih luas ketika berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan.

Status dan penguasaan lahan merupakan persoalan yang penyelesaiannya harus mengikuti mekanisme hukum yang berlaku. Namun, di sisi lain, terdapat ratusan pekerja yang membutuhkan kepastian mengenai keberlangsungan pekerjaan dan pendapatan mereka.

Bagi para karyawan, tempat kerja bukan sekadar bangunan atau lokasi menjalankan aktivitas profesional. Di balik pekerjaan tersebut terdapat kebutuhan keluarga yang harus dipenuhi setiap hari.

Biaya sekolah anak, kebutuhan pangan, tempat tinggal dan berbagai kebutuhan rumah tangga tetap berjalan meskipun kegiatan usaha terhenti.

Karena itu, tuntutan para pekerja dalam aksi tersebut pada dasarnya berkaitan dengan kepastian untuk dapat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan.

Menunggu Kepastian Hukum

Para karyawan kini berharap proses hukum yang sedang berlangsung dapat segera memberikan kejelasan terhadap persoalan yang menyebabkan operasional Club de Arjuna terhenti.

Kepastian tersebut dinilai penting bukan hanya bagi pihak-pihak yang berkepentingan terhadap persoalan lahan, tetapi juga bagi pekerja yang terdampak secara langsung.

Bagi ratusan karyawan Club de Arjuna, penyelesaian persoalan ini bukan semata mengenai kembali beroperasinya sebuah tempat usaha.

Di balik pintu tempat kerja yang tertutup, terdapat keluarga yang menunggu kepastian penghasilan.

Karena itu, harapan para pekerja sederhana: persoalan hukum dapat segera memperoleh kejelasan, operasional kembali berjalan, dan mereka dapat kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. (Nr).

Bagikan:
error: