Menteri Ketenagakerjaan RI Secara Resmi Buka Kegiatan Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1

BEKASI- bekasitoday.com– Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Yassierli, secara resmi membuka kegiatan kick off Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bekasi, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam sambutannya, Yassierli menegaskan bahwa kesempatan kerja merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Ia mengingatkan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak.

“Kesempatan kerja menjadi hak bagi semua warga dan ini adalah amanat konstitusi kita, tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, “ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selain program magang bagi 100.000 lulusan perguruan tinggi, pemerintah kini juga menghadirkan program pelatihan vokasi khusus bagi lulusan SMA dan SMK sederajat. Pada tahap awal ini, Pelatihan Vokasi Nasional Batch 1 diikuti oleh 10.500 peserta, dan akan dilanjutkan dengan batch berikutnya secara bertahap.

Menurut Yassierli, program ini merupakan tindak lanjut dari arahan langsung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya penguatan pelatihan vokasi sebagai strategi peningkatan daya saing tenaga kerja nasional.

“Pertama kali saya bertemu dengan bapak presiden, pesan beliau adalah pelatihan vokasi. Ini tindak lanjut bagaimana kementerian melaksanakan instruksi beliau, “jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dunia kerja saat ini lebih mengutamakan keterampilan dibandingkan latar belakang pendidikan formal. Mengutip ungkapan populer, Yassierli menyampaikan bahwa “skills not school” menjadi prinsip penting dalam menghadapi dinamika pasar kerja modern.

“Artinya yang dicari sekarang adalah skill atau keterampilan, bukan sekolahnya lulusan apa. Sekolah hanya sarananya, “pesannya kepada para peserta.

Kepada 10.500 peserta, Yassierli mengimbau agar memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal dengan belajar dari instruktur bersertifikat yang telah melalui proses seleksi ketat. Ia juga mendorong peserta untuk aktif menggali informasi terkait dunia industri melalui fasilitas talent and information hub yang tersedia di balai pelatihan.

Selain program vokasi bagi lulusan SMA/SMK, Kementerian Ketenagakerjaan juga tetap membuka akses pelatihan untuk segmen masyarakat lainnya melalui skema TMT (Trailer Matte Training). Program ini dirancang fleksibel agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing daerah.

Pemerintah, lanjut Yassierli, akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum serta peningkatan kualitas instruktur guna memastikan pelatihan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.(Nr).

Bagikan:
error: