BEKASI- bekasitoday.com– Malam di Teras Gedung Juang 45 Tambun Selatan berubah menjadi denyut kebudayaan yang penuh cahaya kata dan gerak. Kegiatan bertajuk “Tribute Chairil Anwar ~ Habis Gelap Terbitlah Kata” bukan sekadar pergelaran seni, melainkan sebuah pernyataan zaman: bahwa sastra, budaya, dan semangat emansipasi tetap menjadi nadi kehidupan bangsa.
Berpijak pada amanat konstitusi, khususnya UUD 1945 Pasal 32 yang menegaskan negara memajukan kebudayaan nasional, acara ini menjelma menjadi panggung kesadaran kolektif. Kebudayaan ditampilkan bukan sebagai peninggalan, melainkan perjuangan yang terus diperbarui. Rangkaian acara mengalir dramatik dari pembukaan teatrikal “Kartini Bangkit” hingga puncak penghormatan terhadap Chairil Anwar oleh Sanggar Light Dream Anak Indonesia (LDAI) berkolaborasi dengan sastrawan senior Dyah Puspito Kencono Dewi.
Tari tradisional, musikalisasi puisi, hingga monolog kritik sosial berpadu menjadi lanskap artistik yang kaya makna. Dari Ronggeng Beken yang dinamis hingga eksplorasi Sanggar HANUPIS NUSANTARA asuhan Nyana Santoso yang menari tanpa panggung dengan tata suara sederhana, setiap gerak menjadi bahasa batin yang menggugah. Bekasi tampil sebagai wajah budaya yang berakar pada tradisi, namun berani menatap masa depan.
Dalam sesi sastra, puisi-puisi dilantunkan bukan sekadar estetika, melainkan suara batin putera nusantara. Kritik sosial disampaikan dengan gaya menghibur namun tajam, sejalan dengan semangat kebebasan berekspresi yang dijamin UU No. 9 Tahun 1998. Panggung menjadi ruang demokrasi kultural, tempat gagasan diuji, emosi dilepas, dan harapan dirumuskan.
Dewan Pembina Rumah Hebat Nusantara, Rissa Curia, menegaskan: “Kebudayaan bukan sekadar pertunjukan, tetapi instrumen peradaban. Generasi muda harus memahami bahwa setiap ekspresi seni memiliki pijakan konstitusional.” Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpora Kabupaten Bekasi, Roro Rizpika, menambahkan bahwa pemerintah hadir untuk memfasilitasi, bukan membatasi. Dukungan legislatif pun ditegaskan oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Dra. Hj. Ani Rukmini, M.I.Kom., yang menyebut kegiatan ini sebagai “investasi peradaban.”
Dewan Penasihat Rumah Hebat Nusantara, Dyah Puspito Kencono Dewi, menyampaikan refleksi: “Dari Kartini kita belajar cahaya, dari Chairil Anwar kita belajar keberanian. Malam ini, keduanya menyatu dalam satu napas kebudayaan.”
Acara ini turut didukung oleh Go Wet Waterpark Grand Wisata Tambun Selatan, Coca Cola Europacific Partners Indonesia, Polsek Tambun Selatan, serta Social Bandits Band. Kolaborasi lintas sektor menunjukkan bahwa ketika negara, masyarakat, dan swasta berjalan seiring, kebudayaan menjadi arus besar yang menghidupkan bangsa.
Malam ini bukan akhir, melainkan awal dari gelombang kesadaran baru: bahwa dari gelap, terang harus terus diperjuangkan.(Bisot).
