TNI AD dan Pemda Dorong Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Pirolisis

IMG 20260808 WA0024JAKARTA- bekasitoday.com – Persoalan sampah mulai didorong keluar dari pola penanganan konvensional. TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama sejumlah pemerintah daerah menyusun langkah baru melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi yang memiliki nilai guna.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara TNI AD dengan Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Semarang. Kegiatan berlangsung di Aula Jati Kusumo, Mabesad, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Kerja sama tersebut diarahkan pada pembangunan fasilitas pre-treatment dan pabrik pirolisis di sejumlah lokasi pengolahan sampah. Teknologi pirolisis bekerja dengan memanaskan material pada suhu tinggi sehingga sampah dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, termasuk yang berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Langkah ini menjadi bagian dari respons terhadap persoalan sampah yang dinilai semakin membutuhkan penanganan secara terpadu dan lintas sektor. Persoalan sampah tidak lagi dipandang sebatas urusan pemerintah daerah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai unsur untuk menghasilkan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh unsur pemerintahan ikut mencari solusi terhadap persoalan sampah.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi, “ujar Maruli.

Menurut Maruli, TNI AD siap mendukung program pemerintah melalui kekuatan dan sumber daya yang dimiliki. Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong penerapan teknologi pengolahan sampah.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai persoalan pengelolaan sampah bukan semata-mata disebabkan keterbatasan teknologi. Menurutnya, teknologi pengolahan sampah modern telah digunakan di berbagai negara.

Namun, regulasi dan prosedur yang panjang dinilai menjadi salah satu faktor yang dapat memperlambat penerapan teknologi tersebut di Indonesia. Karena itu, diperlukan percepatan implementasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.

Rencana penerapan teknologi pirolisis sedikitnya menyasar lima wilayah, termasuk Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Semarang. Kawasan Bantargebang juga menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena merupakan salah satu pusat pengolahan sampah terbesar di Indonesia.

Melalui kerja sama tersebut, pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi hanya berorientasi pada pengurangan timbunan di TPA. Lebih jauh, sampah diharapkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi sumber energi.

Kolaborasi antara TNI AD dan pemerintah daerah ini diharapkan menjadi langkah awal menuju sistem pengelolaan sampah berbasis teknologi yang lebih modern. Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, pola tersebut berpotensi menjadi model yang dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah Indonesia.(Nr).

Bagikan:
error: