CILEGON BANTEN- bekasitoday.com– Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cilegon secara resmi melayangkan draf apresiasi tinggi kepada jajaran kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon. Pujian terbuka tersebut diberikan atas kinerja taktis Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Cilegon dalam agenda peremajaan tanaman di sekitar Monumen SMSI.
Langkah penyegaran vegetasi hijau berupa penggantian jenis tanaman di area tugu yang berlokasi di alun-alun Kota Cilegon dipandang sebagai wujud nyata sinergitas pemerintah daerah dalam merawat estetika kota sekaligus menjaga sejarah pers nasional. Beberapa varietas baru yang ditanam antara lain pohon bugenfil tiga warna, tabebuya, dan asoka.
Ketua SMSI Kota Cilegon, Wawan Kurniadi, menilai kegiatan gotong royong yang diinisiasi Disperkim menjadi bukti otentik komitmen pemerintah dalam memelihara kelayakan fasilitas publik. Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap detail estetika tata kota di tengah padatnya agenda pelayanan publik menunjukkan keseriusan pemerintah daerah. Berkat sentuhan penataan baru tersebut, kawasan Monumen SMSI kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Kota Cilegon.
Filosofi Monumen SMSI
Selain apresiasi, Wawan juga membeberkan informasi penting terkait sejarah pendirian Monumen SMSI. Monumen ini diresmikan oleh Wali Kota Cilegon, H. Robinsar, pada 7 Februari 2026 bertepatan dengan Hari Pers Nasional.
Arsitektur monumen memuat filosofi kelahiran organisasi SMSI:
– Tiga anak tangga melambangkan bulan kelahiran organisasi.
– Tujuh pilar merepresentasikan tanggal kelahiran SMSI sebagai bagian dari pilar demokrasi.
– Ketinggian 2,17 meter menjadi simbol tahun berdirinya SMSI, yakni 2017.
Monumen ini juga menjadi bentuk penghormatan atas gagasan Firdaus bersama tokoh PWI Pusat Atal S. Depari, Teguh Santosa, Mirza Zulhadi, dan Mursyid Sonsang. Akta pendirian organisasi diterbitkan oleh Notaris Isya di Cilegon, dengan AD/ART serta bendera Pataka pertama dirumuskan oleh putri daerah Ria Ulfiani. SMSI kemudian diakui sebagai konstituen resmi Dewan Pers melalui SK tertanggal 29 Mei 2020.
Identitas Kota Cilegon
Keberadaan monumen ini mempertegas identitas Kota Cilegon di panggung nasional. Tidak hanya dikenal sebagai kota industri baja, Cilegon kini juga diakui sebagai rahim lahirnya integritas pers digital Indonesia.(Nr).
