
Makassar – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) terus memperkuat perannya sebagai institusi yang tidak hanya bertugas melakukan pengawasan dan pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai, tetapi juga sebagai agen edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Komitmen tersebut terlihat melalui kegiatan edukatif yang diikuti mahasiswa Program Studi Perpajakan Politeknik Bosowa (Poltekbos) dalam kunjungan akademik ke Kantor Wilayah DJBC Sulbagsel di Makassar, Rabu (17/6/2026). Puluhan mahasiswa bersama dosen pendamping berkesempatan mempelajari secara langsung berbagai aspek tugas dan fungsi Bea Cukai yang selama ini menjadi bagian penting dalam sistem perdagangan dan penerimaan negara.
Kegiatan berlangsung di Aula Tamalate Lantai 3 Kanwil DJBC Sulbagsel dan diawali dengan sambutan Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai, Andri Waskito, yang mewakili Kepala Kanwil DJBC Sulbagsel.
Dalam pemaparannya, Andri menjelaskan bahwa peran Bea Cukai saat ini semakin strategis seiring meningkatnya aktivitas perdagangan internasional dan perkembangan teknologi digital. Bea Cukai tidak hanya bertugas memungut bea masuk maupun cukai, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang yang masuk dan keluar dari wilayah Indonesia.
Menurutnya, pengawasan tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh aktivitas perdagangan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mencegah masuknya barang-barang yang berpotensi membahayakan masyarakat atau merugikan negara.
“Bea Cukai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara kelancaran arus perdagangan dan fungsi pengawasan. Karena itu diperlukan sumber daya manusia yang memahami regulasi sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan global,” ujarnya di hadapan peserta.
Memahami Proses Ekspor dan Impor dari Sumbernya
Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat lebih dekat bagaimana mekanisme pelayanan dan pengawasan yang dilakukan oleh DJBC.
Materi utama disampaikan oleh narasumber Ezra Dwi Epriputra yang menjelaskan tugas pokok dan fungsi Bea Cukai secara menyeluruh. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai tahapan pelayanan impor dan ekspor, mulai dari pemeriksaan dokumen, proses administrasi, hingga sistem pengawasan yang diterapkan untuk memastikan kepatuhan para pelaku usaha.
Penjelasan tersebut membuka wawasan peserta mengenai pentingnya sistem kepabeanan dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional. Selama ini, banyak masyarakat yang hanya mengenal Bea Cukai sebagai institusi yang berada di pelabuhan atau bandara, padahal perannya jauh lebih luas dan berkaitan langsung dengan kelancaran perdagangan internasional.
Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai bagaimana DJBC memberikan berbagai fasilitas kepabeanan untuk mendorong pertumbuhan industri dan investasi di Indonesia. Fasilitas tersebut menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global.

Perangi Rokok Ilegal Demi Lindungi Penerimaan Negara
Salah satu topik yang paling menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai barang kena cukai dan upaya pemberantasan rokok ilegal.
Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada berbagai jenis barang yang dikenakan cukai serta karakteristik rokok ilegal yang sering ditemukan di lapangan. Edukasi ini penting karena peredaran rokok ilegal masih menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah dalam menjaga penerimaan negara.
Rokok ilegal tidak hanya mengurangi potensi pendapatan negara dari sektor cukai, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku industri yang telah mematuhi aturan.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan, Bea Cukai berupaya memastikan bahwa seluruh barang kena cukai yang beredar di masyarakat telah memenuhi ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat dalam mengenali dan melaporkan peredaran barang ilegal juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengawasan.
Tanamkan Budaya Integritas Sejak Bangku Kuliah
Selain membahas aspek teknis kepabeanan dan cukai, DJBC Sulbagsel juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan budaya integritas yang diterapkan di lingkungan instansi.
Materi disampaikan oleh Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat yang juga bertugas sebagai Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI). Dalam paparannya dijelaskan bahwa seluruh layanan kepabeanan dan cukai diberikan secara profesional sesuai ketentuan yang berlaku.
Mahasiswa juga diberikan informasi bahwa pelayanan yang diberikan DJBC tidak dipungut biaya di luar ketentuan resmi yang telah ditetapkan pemerintah. Pesan ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Penanaman nilai integritas kepada mahasiswa dinilai penting karena mereka merupakan calon profesional yang akan berkiprah di berbagai sektor, termasuk bidang perpajakan dan keuangan negara.
Membangun Generasi Profesional yang Siap Kerja
Sepanjang kegiatan berlangsung, antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Mereka menggali informasi mengenai tantangan pekerjaan di bidang kepabeanan, perkembangan regulasi perdagangan internasional, hingga peluang karier bagi lulusan perpajakan.
Interaksi langsung dengan para praktisi memberikan pengalaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui teori di ruang kuliah. Mahasiswa mendapatkan gambaran nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja, khususnya di sektor yang berkaitan dengan perpajakan dan kepabeanan.
Pihak Politeknik Bosowa menilai kunjungan industri semacam ini menjadi bagian penting dalam menciptakan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Selain memperluas wawasan, mahasiswa juga dapat memahami keterkaitan antara teori akademik dengan praktik yang dijalankan oleh instansi pemerintah.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Politeknik Bosowa kepada Kanwil DJBC Sulbagsel sebagai simbol apresiasi dan penguatan kerja sama antara dunia pendidikan dan instansi pemerintah.
Melalui kunjungan tersebut, Bea Cukai Sulbagsel kembali menunjukkan bahwa fungsi institusi tidak hanya terbatas pada pengawasan dan pelayanan kepabeanan. Lebih dari itu, DJBC juga berperan aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat mengenai perdagangan internasional, kepatuhan hukum, integritas, serta pentingnya menjaga penerimaan negara.
Di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks, edukasi kepada generasi muda menjadi investasi penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang memahami peran strategis kepabeanan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Indonesia. [bisot]
