DELI SERDANG- bekasitoday.com- Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 928 gram bruto melalui Bandar Udara Internasional Kualanamu berhasil digagalkan personel Subnit I Unit I Satresnarkoba Polresta Deli Serdang, Rabu (2/9/2026) dini hari.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial SAL alias AL (50) yang diduga berperan sebagai kurir. Ia diamankan saat hendak melakukan perjalanan menuju Jakarta dengan membawa hampir satu kilogram sabu.
Barang haram tersebut diduga disembunyikan di bagian selangkangan dengan modus pengiriman secara estafet.
Berawal dari Informasi Masyarakat
Pengungkapan kasus bermula sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, personel Satresnarkoba Polresta Deli Serdang menerima informasi masyarakat mengenai dugaan adanya pengiriman sabu melalui Bandara Internasional Kualanamu.
Menindaklanjuti informasi tersebut, sekitar pukul 05.00 WIB petugas berkoordinasi dengan personel Aviation Security (Avsec) dan melakukan pengawasan di kawasan pintu masuk bandara.
Petugas kemudian mencurigai seorang pria yang identitasnya sesuai dengan data pada boarding pass. Setelah dilakukan pemeriksaan, pria tersebut diketahui berinisial SAL alias AL.
Dari hasil pemeriksaan, SAL mengakui membawa sembilan bungkus plastik bening berukuran besar yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan berat keseluruhan mencapai 928 gram bruto.
Paket tersebut ditemukan diselipkan di bagian selangkangan pelaku.
Dijanjikan Upah Rp30 Juta
Dalam pemeriksaan awal, SAL mengaku mendapatkan paket tersebut dari seseorang yang hingga kini belum diketahui identitasnya. Pengambilan barang disebut dilakukan atas arahan seseorang berinisial AMI, yang saat ini masih dalam penyelidikan polisi.
Barang tersebut, menurut keterangan awal SAL, diserahkan di kawasan underpass Jalan Ring Road.
Untuk membawa paket dari wilayah Sumatera Utara menuju Jakarta, SAL diduga dijanjikan imbalan sebesar Rp30 juta.
Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan kasus. Polisi kini tidak hanya mendalami peran SAL sebagai kurir, tetapi juga berupaya mengungkap pihak yang memberikan perintah, pemasok, serta jaringan yang berada di balik pengiriman narkotika tersebut.
Polisi Kejar Jaringan di Balik Kurir
Modus pengiriman secara estafet menjadi perhatian serius aparat. Penangkapan terhadap kurir dinilai baru merupakan bagian awal dari upaya membongkar jaringan peredaran narkotika.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol. Hendria Lesmana, S.I.K., M.Si., melalui Kasatres Narkoba Kompol Dr. Fery Kusnadi, S.H., M.H., menegaskan komitmen jajarannya untuk terus memperkuat pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polresta Deli Serdang.
“Kami mengapresiasi informasi dari masyarakat yang telah membantu Polri dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika. Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polresta Deli Serdang dalam memberantas peredaran gelap narkotika, “tegasnya.
Menurut Kompol Fery, tertangkapnya seorang kurir tidak berarti pengungkapan perkara telah selesai. Polisi akan terus melakukan pendalaman untuk mengidentifikasi jaringan maupun pihak lain yang diduga terlibat.
“Kami akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan maupun pihak-pihak lain yang terlibat. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi kepada Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika,” ujarnya.
Polisi Ingatkan Bahaya Menjadi Kurir
Kompol Fery juga memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan imbalan besar yang ditawarkan jaringan narkotika.
Menurutnya, keuntungan sesaat sebagai kurir dapat berujung pada konsekuensi hukum dan menghancurkan masa depan.
“Jangan sampai besarnya imbalan menghancurkan masa depan, karena kehancuran itu saya pastikan nyata, “tegasnya.
SAL bersama barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolresta Deli Serdang untuk menjalani proses hukum serta pemeriksaan lebih lanjut.
Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan bahwa Bandara Internasional Kualanamu bukan jalur bebas bagi jaringan peredaran narkotika. Berbekal informasi masyarakat dan koordinasi antara personel kepolisian dengan petugas Avsec, upaya pengiriman hampir satu kilogram sabu menuju Jakarta berhasil digagalkan sebelum paket tersebut melanjutkan perjalanan.
Polisi kini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan pengiriman narkotika tersebut.(Nr).
