JAKARTA- bekasitoday.com– Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi-551 akhirnya memasuki wilayah perairan Indonesia setelah menempuh pelayaran dari Italia sejak 24 Agustus 2026.
Kapal perang berukuran besar tersebut memasuki perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I pada Kamis (17/9/2026) dan selanjutnya melanjutkan pelayaran menuju Jakarta. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam rangkaian penguatan hubungan pertahanan dan kerja sama maritim Indonesia-Italia.
Saat memasuki wilayah Indonesia, Giuseppe Garibaldi mendapat pengawalan dua fregat TNI Angkatan Laut, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Kedua kapal tersebut mengawal perjalanan Giuseppe Garibaldi menuju dermaga Tanjung Priok, Jakarta. Dalam rangkaian pengawalan tersebut, unsur udara TNI AL juga turut terlibat, termasuk helikopter AS565 Panther dan pesawat CN-235.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul memastikan kapal tersebut dijadwalkan tiba di Jakarta pada Jumat (18/9/2026).
Kapal Induk Pertama Indonesia
Kedatangan Giuseppe Garibaldi memiliki arti tersendiri bagi TNI AL. Kapal yang sebelumnya merupakan bagian dari Angkatan Laut Italia itu telah dihibahkan kepada Indonesia dan selanjutnya menyandang nama KRI Sriwijaya.
TNI AL menyebut KRI Sriwijaya sebagai kapal induk pertama dalam armada TNI AL. Dengan masuknya kapal tersebut ke Indonesia, proses integrasi kapal ke dalam kekuatan TNI AL menjadi bagian dari perkembangan kemampuan maritim Indonesia.
Selain aspek pertahanan, kapal induk dengan kemampuan pendukung operasi berskala besar juga dapat dikaitkan dengan pengembangan kemampuan dalam menjalankan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk dukungan terhadap penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.
Dua Fregat Kawal Menuju Jakarta
Pelayaran memasuki ALKI I memperlihatkan keterlibatan langsung unsur TNI AL dalam penyambutan dan pengawalan kapal tersebut.
KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 ditempatkan sebagai unsur pengawal selama Giuseppe Garibaldi melanjutkan pelayaran menuju Jakarta.
Pengawalan tersebut berlangsung di perairan Bangka dan menjadi bagian dari rangkaian penyambutan kapal yang sebelumnya melakukan pelayaran dari Italia dan sempat bersandar di Sri Lanka.
Bukan Sekadar Kedatangan Kapal Perang
Kedatangan Giuseppe Garibaldi tidak hanya menjadi perhatian dari sisi kehadiran sebuah kapal induk, tetapi juga berkaitan dengan pengembangan kemampuan TNI AL dalam menjalankan OMSP.
TNI AL menyatakan kedatangan kapal tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan penguatan kemampuan OMSP, khususnya dalam penanggulangan bencana dan misi kemanusiaan.
Dalam situasi bencana berskala besar, kekuatan maritim dapat memiliki peran dalam mobilisasi personel, logistik, peralatan kesehatan hingga dukungan evakuasi. Karena itu, peningkatan kemampuan dan interoperabilitas dengan mitra internasional menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.
Disambut Pejabat Tinggi Indonesia
Setibanya di Jakarta pada Jumat (18/9/2026), Giuseppe Garibaldi dijadwalkan disambut Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sejumlah pejabat tinggi juga dijadwalkan hadir, antara lain Panglima TNI, Kapolri, Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Staf Angkatan Udara serta pejabat pemerintah lainnya.
Kehadiran jajaran pejabat tersebut menunjukkan bahwa kedatangan kapal induk tersebut menjadi bagian dari agenda penting dalam hubungan pertahanan dan kerja sama maritim kedua negara.
Memperkuat Kerja Sama Maritim
Pelayaran Giuseppe Garibaldi menuju Jakarta sekaligus membuka ruang bagi peningkatan interaksi antara kekuatan laut Indonesia dan Italia.
Bagi Indonesia, kedatangan kapal tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kemampuan TNI AL, terutama dalam menghadapi berbagai situasi yang membutuhkan pengerahan kekuatan laut di luar operasi tempur.
Dengan demikian, kedatangan Giuseppe Garibaldi bukan semata-mata tentang hadirnya sebuah kapal induk di perairan Indonesia. Peristiwa tersebut juga menjadi bagian dari proses penguatan hubungan pertahanan, peningkatan kemampuan maritim dan pengembangan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat serta misi kemanusiaan.
Setelah memasuki perairan Indonesia melalui ALKI I, kapal yang kini akan menjadi KRI Sriwijaya itu melanjutkan pelayaran menuju Jakarta untuk menjalani rangkaian penyambutan resmi pada Jumat (18/9/2026).(Nr).
