BEKASI- bekasitoday.com– Nasib apes sekaligus menggelitik dialami seorang freelance videografer saat menjalankan tugas di sebuah hajatan pernikahan di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi. Alih-alih hanya sibuk membidik kamera ke arah pelaminan, pria tersebut justru mendadak menjadi pusat perhatian lantaran wajahnya dinilai sangat mirip dengan komedian sekaligus presenter Andre Taulany.
Kejadian tersebut sontak membuat suasana pesta pernikahan yang semula berlangsung formal berubah menjadi arena hiburan dadakan. Sang videografer yang awalnya datang untuk mencari cuan, justru mendapatkan “jobdesk tambahan” berupa menjadi bahan candaan para tamu undangan.
Sejak acara dimulai, videografer tersebut terlihat sibuk wara-wiri mengabadikan setiap momen. Dengan kamera dan gimbal di tangan, ia harus bergerak mencari sudut terbaik agar seluruh rangkaian acara pernikahan dapat terdokumentasi dengan baik.
Namun, keseriusannya bekerja mendadak terusik setelah sekelompok ibu-ibu di meja undangan menyadari kemiripan wajahnya dengan Andre Taulany.
“Eh, coba lihat deh, itu kameramannya kok mirip banget sama Pak Haji Andre Taulany? “celetuk salah seorang ibu.
Ucapan tersebut langsung disambut gelak tawa rombongan ibu-ibu lainnya. Sejak saat itu, perhatian mereka tidak hanya tertuju kepada pengantin, tetapi juga kepada sang videografer yang tengah sibuk bekerja.
Candaan pun semakin berkembang. Bahkan, isu dan perbincangan yang belakangan ramai di media sosial terkait kehidupan pribadi sang komedian turut dijadikan bahan guyonan.
“Gara-gara Pak Haji heboh, yang mukanya mirip malah ikut kena sebel kita! “ujar seorang ibu sambil tertawa.
Mendapat “semprotan” gratis dari para tamu, sang videografer hanya bisa tersenyum pasrah. Namun, candaan tersebut tidak membuatnya kehilangan konsentrasi.
Kamera tetap menyala, gimbal tetap bergerak stabil, dan pekerjaan mendokumentasikan momen bahagia pasangan pengantin terus dilanjutkan secara profesional.
Bagi sang videografer, kemiripan wajah dengan seorang selebritas rupanya bukan alasan untuk mengabaikan pekerjaan. Bagaimanapun, tugas utamanya tetap memastikan setiap momen penting dalam pesta pernikahan terekam dengan baik.
Jika dipetakan, suasana hajatan tersebut pun seolah memiliki pembagian tugas masing-masing. Pengantin sibuk menikmati hari bahagia dan menebar senyum, para tamu sibuk menikmati hidangan, sementara videografer fokus berburu gambar.
Sementara itu, rombongan ibu-ibu memiliki kesibukan lain: memastikan teori bahwa sang videografer memang punya kemiripan dengan Andre Taulany.
Kejadian tersebut menjadi cerita tersendiri bahwa profesi videografer di acara hajatan terkadang memiliki “jobdesk tambahan” yang tidak tercantum dalam kontrak kerja. Selain mengabadikan momen, mereka juga harus siap menjadi sasaran candaan para tamu ketika memiliki penampilan yang dianggap mirip dengan figur publik.
Meski bukan selebritas dan tidak memiliki hubungan dengan Andre Taulany, kemiripan wajah sang videografer justru berhasil mencairkan suasana pesta.
Pada akhirnya, pekerjaan tetap selesai, dokumentasi pengantin berhasil diamankan, dan para tamu mendapatkan hiburan gratis.
Sang videografer pun pulang membawa hasil kerja sekaligus sebuah pengalaman unik: datang sebagai orang di balik kamera, tetapi sempat berubah menjadi “bintang tamu” dadakan di depan para tamu undangan.
Begitulah cerita ketika wajah mirip selebritas bertemu dengan ketajaman mata ibu-ibu di meja hajatan. Belum sempat masuk televisi, sudah lebih dulu masuk bahan obrolan emak-emak.(Bisot).
