KALTIM- bekasitoday.com- Tim keamanan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali menunjukkan kepedulian dan kesiapsiagaan tinggi dengan berhasil menyelamatkan tujuh nelayan yang terdampar selama dua hari di perairan Selat Makassar, Kalimantan Timur.
Peristiwa tersebut bermula ketika sebuah kapal nelayan mengalami kerusakan mesin parah di area laut GTS-Q, sekitar dua mil atau 3,2 kilometer dari pesisir Kampung Muara Keili, Desa Tani Baru, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kapal itu diketahui tengah berlayar dari Samarinda menuju Sepatin sebelum akhirnya terhenti di tengah laut akibat mesin yang tiba-tiba mati.
Selama dua hari terombang-ambing, para nelayan berupaya mencari sinyal telepon genggam untuk meminta bantuan. Namun, keterbatasan jaringan di tengah laut membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Informasi keberadaan mereka baru diterima tim patroli keamanan PHM pada Minggu sekitar pukul 19.00 WITA.
Meski lokasi kejadian berada di luar jalur patroli rutin perusahaan, tim PHM langsung bergerak cepat. Setelah melakukan koordinasi intensif dengan Unit Maritim dan Marine, izin penyisiran segera dikeluarkan dengan pertimbangan misi kemanusiaan.
Menggunakan Kapal Patroli Ruhen 27, tim keamanan PHM menyisir area seluas sekitar dua kilometer persegi. Hanya dalam waktu satu jam, kapal nelayan yang terombang-ambing berhasil ditemukan. Seluruh nelayan kemudian dievakuasi dalam kondisi selamat dan dibawa ke Kampung Muara Ilo untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan operasi penyelamatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa ketujuh nelayan ditemukan dalam keadaan selamat meskipun telah dua hari bertahan dengan bekal makanan dan minuman yang terbatas.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keselamatan dan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa keselamatan merupakan nilai utama yang tidak mengenal batas wilayah operasional.
Sebagai bagian dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Zona 8, PHM terus mengelola operasi hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah SKK Migas, PHM bersama afiliasi PHI lainnya berkomitmen untuk terus menghadirkan energi yang aman, efisien, dan ramah lingkungan guna mendukung ketahanan energi nasional.(Nr).
