TUAL AMBON– bekasitoday.com– Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA) Kota Tual Tahun 2026 di Aula Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plt Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tual selaku Ketua Tim PORA Kota Tual, dengan dihadiri jajaran pejabat Imigrasi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tual, serta anggota Tim PORA lainnya, Jumat (17/4/2026).
Dalam keterangannya, Abdul Hasyim. SH Plt Kepala Kantor Imigrasi menegaskan bahwa rapat ini mencakup sejumlah agenda penting, antara lain:
– Pemaparan teknis mengenai pengawasan administratif dan operasional di wilayah hukum Kota Tual.
– Program kerja unggulan, termasuk pembentukan Desa Binaan sebagai garda terdepan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO/TPPM) dan deteksi dini di tingkat masyarakat.
– Internalisasi 8 Perintah Harian Dirjen Imigrasi, khususnya penguatan penegakan hukum dan sinergi lintas instansi.
– Diskusi lintas sektoral terkait kerentanan wilayah perairan Tual terhadap spionase, penyelundupan narkotika, serta tantangan pengawasan di 65 pulau yang menjadi titik masuk wisatawan mancanegara.
Selain itu, rapat juga membahas evaluasi pelaporan Tenaga Kerja Asing (TKA) di sektor investasi, koordinasi administrasi kependudukan bagi WNA, serta isu khusus mengenai status hukum dan mitigasi sosial terhadap WNA eks-ABK yang masih berada di Kota Tual.
Hasil Rapat
Tim PORA Kota Tual menetapkan fokus utama kerja tahun 2026, di antaranya:
– Transformasi pengawasan dari manual ke sistem digital.
– Integrasi data lintas instansi secara real-time.
– Peningkatan pengawasan terhadap TKA ilegal dan penyalahgunaan izin tinggal.
– Penguatan kapasitas deteksi kejahatan transnasional berbasis teknologi.
– Optimalisasi peran masyarakat dan intelijen daerah dalam kewaspadaan nasional.
Komitmen Aksi Nyata
Kesepakatan juga dicapai untuk melaksanakan Operasi Gabungan (Opsgab) berbasis pertukaran data intelijen akurat, serta rencana implementasi aplikasi pengawasan orang asing berbasis wilayah. Kantor Imigrasi akan membagikan ulang data eks-ABK kepada anggota Tim PORA dan Dukcapil, serta bersurat kepada perusahaan penanaman modal terkait kewajiban pelaporan izin tinggal.
Sinergi keamanan wilayah turut diperkuat melalui kerja sama Imigrasi, TNI-AL, Polri, BNN, dan Pemkot Tual dalam memperketat pengawasan jalur laut. Dukungan dari Dinas Pariwisata dan PTSP juga ditegaskan untuk menyeimbangkan aspek pelayanan investasi dan wisata dengan aspek keamanan.
Dengan hasil rapat ini, Tim PORA Kota Tual berkomitmen meningkatkan kualitas pengawasan orang asing secara terpadu, modern, dan berbasis teknologi, demi menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pembangunan daerah.(Nr).
