
MAKASSAR – Upaya membendung peredaran barang ilegal di kawasan timur Indonesia semakin diperketat. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan, Martha Octavia, melakukan kunjungan strategis ke Markas Kodam XIV/Hasanuddin di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Kamis (23/4/2026).
Kunjungan ini disambut hangat oleh Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, beserta jajaran pejabat utama. Pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah dan ekonomi daerah dari ancaman barang selundupan.
Fokus pada Penindakan Barang Ilegal
Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara saat ini menjadi sorotan karena kerentanannya terhadap aktivitas penyelundupan. Berbagai jenis barang ilegal, mulai dari narkotika, rokok tanpa cukai, hingga pakaian bekas impor, menjadi target utama pengawasan dalam operasi terpadu ke depan.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Bangun Nawoko, menegaskan komitmen penuh TNI AD dalam mendukung tugas Bea Cukai. Baginya, pengawasan ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan langkah vital dalam melindungi masyarakat dan menjaga ketahanan ekonomi nasional.
“Pengawasan barang ilegal ini krusial. Praktik seperti rokok tanpa cukai dan miras ilegal tidak hanya merugikan negara secara materi, tetapi juga merusak tatanan persaingan usaha sehat dan mengancam industri lokal,” tegas Bangun Nawoko.

Strategi Kolaboratif: Intelijen hingga Patroli Gabungan
Menanggapi tantangan di lapangan yang semakin kompleks, Martha Octavia menyoroti pentingnya pendekatan kolaboratif. Pelaku penyelundupan kini semakin lihai memanfaatkan jalur tidak resmi seperti “jalur tikus” dan kawasan pesisir yang minim pengawasan.
“Dukungan TNI sangat strategis untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dipantau. Tantangan ke depan menuntut kami untuk lebih adaptif,” jelas Martha.
Bentuk sinergi yang akan terus ditingkatkan meliputi:
- Pertukaran Informasi Intelijen: Mempercepat deteksi dini pergerakan barang ilegal.
- Operasi Gabungan: Melakukan penindakan terpadu di titik-titik rawan.
- Pemanfaatan Teknologi: Modernisasi alat pengawasan untuk memantau jalur distribusi yang semakin kompleks.
- Peningkatan Kapasitas SDM: Saling memperkuat kompetensi personel di lapangan.
Menjaga Stabilitas Ekonomi dan Keamanan
Sinergi antara Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan dan Kodam XIV/Hasanuddin selama ini telah membuahkan hasil nyata, termasuk keberhasilan mengungkap sejumlah kasus penyelundupan narkotika dan rokok ilegal.
Melalui kolaborasi yang semakin solid, pemerintah optimistis dapat menciptakan efek jera bagi para pelaku tindak pidana kepabeanan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga di pasar serta menciptakan iklim usaha yang lebih sehat di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan sekitarnya.
Kerja sama terintegrasi ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi lintas lembaga adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan keamanan di era globalisasi yang menuntut kewaspadaan tinggi. [bisot]
