BEKASI- bekasitoday.com- Semangat pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat mempertemukan dua wilayah yang berjauhan dalam sebuah forum berbagi pengalaman yang inspiratif. Bank Sampah Muara Bakti Bersih (MBB) menerima kunjungan Yayasan Phapeda (Pemerhati Perempuan dan Anak) dari Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, dalam kegiatan sharing session yang berlangsung khidmat dan produktif pada Kamis (16/04/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Yayasan Kumala sebagai mitra pendamping, menciptakan ruang diskusi yang kaya akan pertukaran pengetahuan dan pengalaman praktis terkait pengelolaan sampah menjadi bernilai ekonomis. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas daerah dalam menjawab persoalan lingkungan.
Dalam sesi diskusi, perwakilan Yayasan Phapeda, Natalia Dessy Wulaningrum memaparkan kondisi objektif pengelolaan sampah di wilayah Teluk Bintuni. Ia mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah masih perlu ditingkatkan, terlebih belum adanya sistem terpadu seperti bank sampah di daerah tersebut.
“Masalah sampah di Teluk Bintuni memerlukan solusi segera. Kedatangan kami ke sini adalah untuk mempelajari bagaimana sistem bank sampah dapat terbentuk dan berjalan, karena di wilayah kami institusi seperti ini belum tersedia, “ujarnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Kumala, Abah Dindin, menegaskan bahwa sampah bukan sekadar limbah, melainkan peluang yang dapat memberikan nilai tambah apabila dikelola dengan baik. Ia menjelaskan bahwa melalui manajemen yang tepat, sampah dapat diolah menjadi produk bernilai jual yang mampu mendukung ekonomi kreatif masyarakat.
“Fokus kita bukan hanya membuang sampah, tapi membangun kemitraan kerja yang solid agar produk hasil olahan bank sampah memiliki pasar yang berkelanjutan, “ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Muara Bakti Bersih, Wais Al Qorni, membagikan perjalanan pengelolaan bank sampah yang dipimpinnya sejak tiga tahun terakhir. Ia menjelaskan proses edukasi kepada masyarakat hingga teknis operasional harian yang menjadi kunci keberlangsungan dan perkembangan bank sampah di Desa Muara Bakti.
Kunjungan ini juga dihadiri oleh Pendiri Yayasan Phapeda, Etty Manibui, Ketua Yayasan Phapeda Christine Efeline Mustamu, serta jajaran pengurus lainnya.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi Yayasan Phapeda untuk merintis bank sampah pertama di Teluk Bintuni dengan mengadopsi pola sukses yang telah diterapkan di Bekasi, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.(Ulie).
