JAKARTA- bekasitoday.com– Di tengah tantangan pemenuhan kebutuhan energi nasional yang terus meningkat, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berhasil mencatatkan capaian strategis berupa penambahan cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang melampaui target perusahaan sepanjang tahun 2025. Pencapaian ini dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan energi Indonesia di masa mendatang.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, PHI melaporkan keberhasilan menambah cadangan migas terbukti (1P) lebih dari 70 juta barel setara minyak, atau sekitar 193 persen dari target RKAP 2025. Hasil tersebut menunjukkan bahwa upaya eksplorasi dan pengembangan lapangan migas di wilayah Kalimantan mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pasokan energi nasional.
Direktur Utama PHI, Sunaryanto, menegaskan bahwa investasi berkelanjutan pada sektor hulu migas menjadi strategi utama perusahaan.
“Keberlanjutan produksi tidak hanya bergantung pada kemampuan mempertahankan lapangan eksisting, tetapi juga pada keberhasilan menemukan dan mengembangkan cadangan baru yang dapat diproduksikan di masa depan, “ujarnya.
Capaian Operasional PHI 2025
– Pengeboran eksplorasi: 13 sumur.
– Pengeboran pengembangan: 517 sumur (146 sumur pada 2025).
– Workover: 619 kegiatan.
– Well service: 9.783 kegiatan.
Keberhasilan tersebut berdampak pada peningkatan produksi migas perusahaan. Rata-rata produksi minyak PHI selama 2025 mencapai 44,42 ribu barel per hari (107,29 persen dari target RKAP), sementara produksi gas mencapai 536,72 MMSCFD (101,34 persen dari target). Pencapaian produksi di atas target ini menjadi catatan penting karena merupakan keberhasilan pertama dalam lima tahun terakhir.
Komitmen Keberlanjutan
Selain aspek produksi dan cadangan, PHI juga menunjukkan komitmen terhadap operasi berkelanjutan. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil mendukung pengurangan emisi karbon lebih dari 215 kiloton, serta mencatatkan lebih dari 32 juta jam kerja selamat dengan tingkat keselamatan kerja di bawah batas toleransi industri. Pemegang saham mayoritas melalui PT Pertamina Hulu Energi (PHE) memberikan apresiasi atas kinerja PHI yang dinilai mampu menjaga keseimbangan antara produksi, efisiensi biaya, keselamatan kerja, dan keberlanjutan lingkungan.
Ke depan, PHI berkomitmen memperkuat investasi dan pengembangan wilayah kerja migas di Kalimantan guna mendukung program ketahanan energi nasional sekaligus memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat dan sektor industri. Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI saat ini mengelola operasi hulu migas di Regional Kalimantan yang mencakup Zona 8, Zona 9, dan Zona 10 dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) dalam setiap aktivitas bisnisnya.(Nr).
