BEKASI- bekasitoday.com– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Bekasi terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme anggotanya. Setelah rangkaian pelaksanaan ibadah kurban 1447 Hijriah selesai dilaksanakan, pengurus dan anggota JULEHA Kabupaten Bekasi menggelar kegiatan silaturahmi sekaligus evaluasi terhadap berbagai fenomena yang terjadi selama proses penyembelihan hewan kurban.
Kegiatan yang berlangsung di Cafe Kopi Kalean, Kebon Jati, Wanasari, Cibitung, pada Minggu (7/6/2026), menjadi wadah bagi para pengurus, anggota, serta takmir masjid untuk berbagi pengalaman, mengidentifikasi tantangan di lapangan, dan merumuskan langkah perbaikan untuk pelaksanaan kurban pada tahun-tahun mendatang.
Ketua DPD JULEHA Kabupaten Bekasi, Miscul, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut meskipun dirinya tidak dapat hadir secara langsung karena sedang menghadiri acara keluarga di Dumai. Kegiatan evaluasi dipandu oleh Sekretaris DPD JULEHA Kabupaten Bekasi, Budi Rahman, bersama jajaran pengurus lainnya.
Dalam kesempatan itu, Budi Rahman menegaskan bahwa budaya belajar dan berbagi pengalaman harus terus dipelihara agar kompetensi para praktisi penyembelihan halal semakin berkembang.
“Evaluasi ini bukan sekadar membahas kendala saat pelaksanaan kurban, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama, saling menguatkan, dan membangun standar praktik penyembelihan yang lebih baik dari tahun ke tahun, “ujarnya.
Menurutnya, koordinasi tim menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan, terutama dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dalam skala besar. Mulai dari pengarahan sebelum bertugas, pembagian tugas yang jelas, hingga koordinasi antarpetugas harus dilakukan secara matang agar proses penyembelihan berjalan aman, tertib, dan efisien.
Budi juga menyoroti sejumlah persoalan yang masih sering ditemukan di lapangan. Salah satunya adalah banyaknya panitia yang terlibat tanpa pembagian tugas yang jelas, sehingga menciptakan kondisi yang kurang kondusif di lokasi penyembelihan.
“Ada banyak hal yang perlu dievaluasi usai kurban karena tidak sedikit panitia kurban yang abai dalam tugasnya dan terkadang tidak paham siapa melakukan apa. Di antara kesalahan yang nampak di lapangan adalah terlalu banyak panitia dan tidak jelas tugasnya sehingga lokasi kurban tidak kondusif. Kondisi ini menyebabkan hewan kurban menjadi stres. Selain itu, lemahnya pengetahuan tentang penanganan hewan kurban (handling) juga membuat banyak hewan tidak terkendali dan menimbulkan kekacauan di lokasi kurban, “tegasnya.
Melalui kegiatan evaluasi tersebut, DPD JULEHA Kabupaten Bekasi berharap seluruh anggota dapat terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Kabupaten Bekasi dapat semakin memenuhi prinsip syar’i serta standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Kegiatan ini sekaligus menjadi komitmen JULEHA Kabupaten Bekasi dalam menjaga kualitas penyembelihan halal yang tidak hanya sesuai syariat Islam, tetapi juga memperhatikan aspek kesejahteraan hewan, keamanan petugas, dan kenyamanan masyarakat di lingkungan pelaksanaan kurban.(bisot).
