Cegah Bangli Kembali, Pemkab Bekasi Tanam 100 Pohon di Kalimalang Cikarang Barat Tanpa APBD

Bagikan:

Cegah Bangli Kembali Pemkab Bekasi Tanam 100 Pohon di Kalimalang Cikarang Barat Tanpa APBD

CIKARANG BARAT, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam menata kawasan perkotaan dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam di sepanjang Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut cepat pasca penertiban Bangunan Liar (Bangli) sekaligus upaya mengembalikan fungsi lahan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang asri dan bermanfaat bagi masyarakat umum.

Aksi penanaman pohon yang berlangsung pada Jumat (28/08/2026) ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi bersama sejumlah perusahaan swasta, komunitas lingkungan, serta elemen masyarakat setempat. Momen ini sekaligus menjadi bagian dari semarak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Mengubah Lahan Bekas Warung Remang-Remang Menjadi Ruang Terbuka Hijau

Kawasan Jalan Inspeksi Kalimalang sebelumnya dikenal marak oleh keberadaan bangunan liar yang tidak berizin. Berdasarkan laporan resmi, kawasan tersebut bahkan sempat dijadikan sebagai lokasi warung remang-remang yang meresahkan warga sekitar dan mengganggu ketertiban umum.

Setelah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bekasi melakukan penertiban, Dinas Lingkungan Hidup bergerak cepat agar area tersebut tidak kembali dikuasai secara ilegal. Kepala DLH Kabupaten Bekasi, Syafri Donny Sirait, menjelaskan bahwa penanaman pohon ini merupakan strategi preventif agar lahan pasca penertiban tidak disalahgunakan kembali.

“Setelah dilakukan penertiban bersama Satpol PP Kabupaten Bekasi, DLH langsung menindaklanjutinya dengan program penghijauan agar lahan tidak kembali dimanfaatkan untuk aktivitas yang tidak sesuai peruntukannya,” tegas Syafri.

Program Penghijauan 0 APBD: Wujud Kolaborasi Dunia Usaha dan Masyarakat

Salah satu hal menarik dari aksi penghijauan di Cikarang Barat ini adalah pembiayaannya yang sama sekali tidak membebani keuangan daerah. Kepala DLH menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan skema 0 APBD (tanpa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Seluruh kebutuhan operasional, mulai dari ketersediaan bibit pohon, pupuk, hingga sarana perawatan dan penyiraman harian, bersumber murni dari kontribusi Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL/CSR) dunia usaha serta swadaya masyarakat.

“Bahwa kegiatan ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan APBD. Seluruhnya merupakan swadaya yang diinisiasi DLH, dengan dukungan perusahaan berupa bibit pohon, pupuk, hingga perawatan dan penyiraman. Kami hanya menginisiasi dan mengkoordinir saja,” terang Donny.

Ia menambahkan bahwa anggaran terbatas bukanlah halangan untuk melakukan perbaikan lingkungan. Sinergi yang kuat antara pemerintah, aktivis lingkungan seperti Bambu Foundation, hingga keterlibatan sekolah Adiwiyata membuktikan tingginya kepedulian lintas sektor terhadap kelestarian alam di Bekasi.

Komitmen Berkelanjutan: 835 Pohon Telah Ditanam dalam 5 Bulan

Aksi di Jalan Inspeksi Kalimalang Desa Gandasari ini bukanlah kegiatan sporadis. DLH Kabupaten Bekasi mencatat aksi ini sebagai kegiatan penanaman pohon ketiga yang berhasil digelar dalam kurun waktu lima bulan terakhir.

Sebelumnya, gerakan serupa telah dilaksanakan di dua lokasi berbeda:

  1. Bantaran Sungai Cikarang Utara: Sebanyak 585 pohon ditanam menelusuri bantaran sungai sepanjang 1,3 kilometer.
  2. Desa Sumberjaya: Sebanyak 150 pohon ditanam untuk memperluas area resapan air.

Dengan tambahan 100 pohon di Cikarang Barat, total pohon yang telah berhasil ditanam oleh DLH bersama mitra lingkungan kini mencapai sekitar 835 pohon.

Tingkatkan Kualitas Udara dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kawasan Industri

Sebagai wilayah dengan pusat industri terbesar di Asia Tenggara, Kabupaten Bekasi memerlukan perhatian ekstra terkait kualitas udara dan ketersediaan ruang hijau.

Asisten Administrasi Umum (Asda III) Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi, Iis Sandra Yanti, yang hadir dalam acara tersebut menekankan pentingnya penghijauan terintegrasi di kawasan industri. Menurutnya, pembersihan dan pengosongan lahan bekas bangli tidak akan efektif tanpa diimbangi dengan alih fungsi yang berdaya guna.

“Tentunya kegiatan penanaman pohon ini sangat positif untuk meningkatkan penghijauan di Kabupaten Bekasi. Sebagai wilayah industri yang luas, penghijauan diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman supaya bisa dinikmati oleh masyarakat sekaligus membantu mengurangi pencemaran dan meningkatkan kualitas udara,” ujar Iis Sandra Yanti.

Ia meyakini bahwa transformasi lahan gersang menjadi area hijau akan berperan vital dalam:

  • Menurunkan tingkat pencemaran udara akibat emisi kendaraan dan industri.
  • Mengoptimalkan konservasi air tanah dan mencegah banjir.
  • Mendukung langkah mitigasi perubahan iklim global.
  • Memberikan estetika kota yang lebih rapi dan menyejukkan.

Pilihan Pohon Buah: Serap Karbon Sekaligus Memberi Manfaat Ekonomi

Berbeda dengan penanaman vegetasi peneduh biasa, DLH Kabupaten Bekasi memilih kombinasi jenis tanaman yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Jenis pohon yang ditanam mencakup tanaman peneduh seperti Ketapang Kencana, serta berbagai tanaman buah produktif seperti Pohon Mangga, Sukun, Sawo, dan Belimbing.

Pemilihan jenis pohon buah ini disengaja agar selain berfungsi ekologis—seperti menghasilkan oksigen ($\text{O}_2$) dan menyerap karbondioksida ($\text{CO}_2$)—pohon tersebut juga bisa dipanen hasilnya oleh warga sekitar ketika sudah berbuah.

“Pohon yang kita pilih kami upayakan pohon buah-buahan. Selain setiap pohon rindang menghasilkan oksigen dan menyerap karbondioksida, kami upayakan ada manfaat lebih. Sehingga pohon buah-buahan nanti bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat,” tandas Syafri Donny Sirait.

Harapan Ke depan: Pengawasan dan Perawatan Berkelanjutan

Menutup sambutannya, Asda III Iis Sandra Yanti mengingatkan seluruh pemangku kepentingan dan warga agar tidak menjadikan kegiatan ini sekadar seremoni belaka. Keberhasilan penghijauan tidak hanya diukur dari banyaknya bibit yang tertancap di tanah, melainkan dari berapa banyak pohon yang berhasil tumbuh besar dan terawat.

“Saya berpesan agar pohon yang kita tanam hari ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, harus ada pemeliharaan dan pengawasan secara berkelanjutan. Karena keberhasilan penghijauan bukan hanya diukur dari berapa banyak jumlah pohon yang kita tanam, tetapi dari berapa banyak pohon yang tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang,” tutup Iis penuh harap.

Melalui sinergi antara Pemkab Bekasi, pelaku usaha, aktivis lingkungan, dan partisipasi aktif warga lokal, penataan Jalan Inspeksi Kalimalang ini diharapkan dapat menjadi rujukan penataan lahan publik lainnya di Kabupaten Bekasi menuju wilayah yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.


Bagikan:
error: