Kemarau Berkepanjangan, Petani Sukatenang Berjuang Selamatkan Tanaman dari Kekeringan

IMG 20260902 WA0004BEKASI- bekasitoday.com– Kemarau berkepanjangan semakin memperparah kondisi para petani di Kampung Babakan Kalencacing, RT 02/RW 02, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Minimnya pasokan air untuk mengairi lahan membuat petani harus bekerja ekstra keras agar tanaman tetap bertahan hingga masa panen.

Keterbatasan air memaksa para petani mencari berbagai cara untuk menyelamatkan tanaman dari ancaman kekeringan. Mulai dari membuat bor pantek hingga menggunakan mesin pompa untuk menyedot sumber air yang masih tersedia.

Tak hanya mengandalkan tanaman padi, sebagian petani juga mulai mengubah pola tanam dengan membudidayakan sejumlah komoditas lain, seperti terong, jagung, semangka dan tanaman lainnya. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mempertahankan penghasilan keluarga di tengah kondisi pertanian yang semakin sulit.

Namun, persoalan yang dihadapi petani di wilayah tersebut bukan semata-mata akibat kemarau. Mereka menyebut, sebelumnya terdapat saluran air yang mampu mengairi lahan pertanian secara lancar. Kondisi itu bahkan memungkinkan petani melakukan panen padi hingga dua atau tiga kali dalam setahun.

Kini, kondisi tersebut berubah. Saluran air yang selama ini menjadi sumber pengairan sawah disebut sudah tidak lagi berfungsi setelah adanya pembangunan perumahan di sekitar wilayah tersebut.

Nurhadi, perwakilan petani sekaligus penggarap sawah, mengatakan hilangnya saluran air membuat petani kesulitan mendapatkan pasokan untuk mengairi lahan.

“Dulu sih bagus, Bang. Tanaman padi di sini setahun bisa dua sampai tiga kali panen karena saluran air ada dan lancar. Semenjak adanya pembangunan perumahan, saluran air hilang dan sudah tertutup. Jadi pemasokan air tidak ada. Panen satu kali saja sudah maksa, hanya berharap air hujan dan air dari kobakan, “ujar Nurhadi kepada awak media, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut membuat keberlangsungan pertanian sangat bergantung pada curah hujan. Ketika musim kemarau berlangsung panjang, lahan pertanian semakin terancam kekeringan dan hasil panen pun menjadi tidak menentu.

Para petani berharap persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah. Mereka secara khusus berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan ketersediaan air dan saluran pengairan sawah di wilayah Sukatenang.

“Kami berharap Pak KDM bisa membantu mencarikan solusi untuk petani di sini, terutama masalah air dan saluran pengairan sawah, “menjadi harapan yang disuarakan para petani.

Bagi petani Sukatenang, keberadaan saluran irigasi bukan sekadar fasilitas pendukung pertanian. Air menjadi faktor utama yang menentukan apakah tanaman dapat tumbuh, lahan bisa kembali produktif, dan keluarga petani tetap memiliki sumber penghasilan.

Karena itu, mereka berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat segera turun tangan mencari solusi, termasuk memastikan akses pengairan bagi lahan pertanian yang kini semakin terdesak oleh kondisi kekeringan dan perubahan lingkungan.

Di tengah lahan yang terus mengering, para petani Sukatenang kini hanya bisa bertahan sembari menunggu hujan dan berharap saluran air kembali mengalir ke sawah mereka.(Nr).

Bagikan:
error: