JAKARTA- bekasitoday.com- Praktisi siber Samuel Wahyu Rahmat Samodro menegaskan bahwa penguasaan ruang digital dan strategi perang opini menjadi faktor krusial dalam menghadapi tantangan era modern. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah kegiatan pelatihan siber, Kamis (7/5/2026).
Menurut Samuel, dinamika dunia digital saat ini tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga pembentukan persepsi publik.
“Perang saat ini adalah perang opini. Senjata utamanya bukan hanya konten, tetapi bagaimana opini itu terbentuk dan berkembang di masyarakat, “ujarnya.
Samuel menekankan bahwa kecepatan respon menjadi faktor utama dalam menghadapi arus informasi di media digital. Respon cepat dinilai lebih efektif dibandingkan respon sempurna namun terlambat, mengingat setiap individu kini dapat berperan sebagai media.
Ia menjelaskan, penguasaan narasi publik harus dibangun melalui ekosistem siber yang solid dengan melibatkan masyarakat sipil serta komunitas digital. Hal ini penting untuk memperkuat penyebaran informasi positif sekaligus menangkal hoaks.
Dalam pengelolaan konten digital, Samuel menekankan tiga pilar utama:
– Informatif
– Humanis
– Responsif terhadap isu aktual
Format video pendek disebut sebagai media paling efektif untuk menjangkau audiens karena lebih mudah menarik perhatian publik.
Dalam strategi komunikasi, ia menyarankan pendekatan klarifikasi lebih dikedepankan dibanding konfrontasi.
“Gunakan bahasa yang netral, fokus pada fakta, dan hindari memperbesar isu. Klarifikasi yang tepat justru lebih membangun kepercayaan publik, “katanya.
Selain strategi komunikasi, Samuel juga mengingatkan pentingnya keamanan siber, termasuk penggunaan autentikasi berlapis dan pembatasan akses akun untuk mencegah peretasan.
Ia menilai konsistensi dalam membangun citra institusi menjadi kunci menghadapi serangan informasi di ruang digital. Branding yang dilakukan secara berkelanjutan akan menjadi benteng kuat dalam menghadapi hoaks maupun serangan opini.
“Kecepatan adalah kekuatan, konsistensi adalah kemenangan. Siapa yang menguasai persepsi, dia yang unggul, “pungkasnya.(Nr).
