NTT- bekasitoday.com- Kementerian Koperasi Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Kredit Obor Mas atas capaian kinerja positif sepanjang tahun 2025. Lembaga koperasi besar di wilayah Indonesia Timur ini sukses membukukan nilai kepemilikan aset hingga menembus lebih dari Rp1,5 triliun.
Berkat rapor keuangan yang mengkilap, KSP Kopdit Obor Mas tetap dipercaya pemerintah sebagai salah satu koperasi utama penyalur program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan konsistensi pelayanan dan inovasi usaha berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan koperasi tersebut. Ia juga mengumumkan bahwa pada peringatan Hari Koperasi Nasional, 12 Juli mendatang, kementerian akan menganugerahkan penghargaan khusus kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur atas kontribusi koperasi ini yang mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
Dorongan Ekspansi ke Sektor Riil
Dalam sambutannya pada Pembukaan Rapat Anggota Tahunan Paripurna XLII Tahun Buku 2025, Ferry mendorong manajemen KSP Kopdit Obor Mas untuk memperluas bisnis ke sektor riil. Selama ini, pendapatan koperasi masih dominan dari jasa simpan pinjam. Dengan merambah sektor produktif, koperasi diharapkan mampu mendukung UMKM lokal, industri pariwisata, serta meningkatkan Sisa Hasil Usaha bagi anggota.
Pemerintah juga menegaskan komitmen pembinaan terhadap koperasi eksisting di tengah bergulirnya program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang digagas Presiden untuk mengembalikan arah pembangunan ekonomi sesuai mandat Pasal 33 UUD 1945.
Kebanggaan Daerah
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan rasa bangga atas perkembangan koperasi yang kini memiliki lebih dari 162 ribu anggota. Dengan 130 koperasi aktif dan 194 KDKMP di wilayahnya, ia berharap Kabupaten Sikka dapat menjadi model nasional pengembangan ekonomi berbasis komunitas desa.
Plt Ketua Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Valerianus Samador, menegaskan RAT kali ini yang dihadiri 32 perwakilan cabang menjadi momentum penting untuk mengesahkan kepengurusan baru periode 2026–2029. Ia menyebutkan total aset riil yang dikelola mencapai Rp1,52 triliun, dengan fokus kerja tahun 2026 pada penguatan disiplin anggota melalui literasi keuangan.(Nr).
