Film “Daun Yang Merekah” Borong Dua Penghargaan, IKJ Juara Umum JMFF 2026

Bagikan:

IMG 20260813 WA0044JAKARTA- bekasitoday.com– Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menorehkan prestasi gemilang dalam Jakarta Millenial Film Festival (JMFF) 2026. Film pendek berjudul “Daun Yang Merekah” berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Film Terbaik dan Sinematografi Terbaik.

Dua penghargaan tersebut mengantarkan IKJ menjadi juara umum JMFF 2026. Penghargaan diserahkan dalam malam puncak JMFF 2026 yang berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Mengusung tema “MILLENIAL BELA NEGARA”, JMFF 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kota Jakarta sekaligus memeriahkan Dirgahayu Republik Indonesia. Lebih dari 1.000 undangan menghadiri malam penganugerahan tersebut.

Festival yang digagas Jaya Center Foundation bersama KFT Indonesia, Pemerintah Provinsi Jakarta, Bank DKI dan Kementerian Ekonomi Kreatif itu menjadi ruang pertemuan bagi sineas muda dari berbagai daerah, khususnya Jawa dan Bali.

Ratusan karya mengikuti kompetisi. Dari total 125 film yang masuk, panitia menetapkan 40 film pilihan sebelum kembali mengerucutkannya menjadi 20 film nominasi.

Dalam persaingan tersebut, “Daun Yang Merekah” tampil sebagai salah satu karya paling menonjol dengan keberhasilan memborong dua kategori utama.

Raihan tersebut menunjukkan bahwa kualitas sebuah film tidak hanya ditentukan oleh kekuatan cerita, tetapi juga kemampuan membangun visual serta menerjemahkan gagasan ke dalam bahasa sinema.

Film Lain Turut Raih Penghargaan

Selain “Daun Yang Merekah”, sejumlah film lainnya turut mendapatkan penghargaan dalam malam anugerah JMFF 2026.

Film “Echoes” meraih penghargaan Sutradara Terbaik, sedangkan kategori Skenario Terbaik diberikan kepada film “Di Balik Kotak Kenangan”.

Sementara penghargaan Pemeran Utama Terbaik diraih film “Jenab”. Adapun gelar Film Favorit diberikan kepada “Isyarat Hati”.

Ketua Panitia JMFF 2026, Budi Mulyawan, SH, mengatakan festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memperkuat ekosistem perfilman nasional.

Menurutnya, keberadaan festival menjadi penting untuk membuka ruang bagi sineas muda agar dapat memperlihatkan karya, memperoleh apresiasi, sekaligus membangun jejaring di industri kreatif.

JMFF diharapkan dapat menjadi wadah yang konsisten dalam melahirkan sekaligus memperkenalkan talenta-talenta baru perfilman Indonesia.

Di tengah perkembangan industri kreatif yang semakin dinamis, ruang apresiasi seperti JMFF dinilai memiliki posisi strategis. Film tidak hanya berfungsi sebagai medium hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana menyampaikan gagasan, merekam realitas sosial dan membangun perspektif generasi muda.

Prestasi IKJ melalui “Daun Yang Merekah” sekaligus memperlihatkan bahwa institusi pendidikan seni memiliki peran penting dalam melahirkan karya dan talenta yang mampu bersaing di kancah perfilman nasional.

Malam Anugerah JMFF 2026 pun menjadi penanda bahwa regenerasi sineas muda Indonesia terus berjalan. Dari puluhan karya yang terpilih, film-film terbaik akhirnya mendapatkan panggung untuk diapresiasi sekaligus menjadi bagian dari perjalanan baru perfilman Indonesia.(Nr).


Bagikan:
error: