Macan Kumbang Muncul di Permukiman Warga Batang, BKSDA dan TSI Lakukan Evakuasi

Bagikan:

IMG 20260813 WA0067BATANG- bekasitoday.com– Kemunculan seekor macan kumbang atau macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) di kawasan permukiman warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026), berujung pada proses evakuasi yang melibatkan tim konservasi dan aparat setempat.

Penanganan satwa liar tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah sebagai otoritas berwenang bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Bawang.

Dalam proses evakuasi, Taman Safari Indonesia (TSI) melalui Taman Safari Unit 4 dan fasilitas Beach Safari Batang turut memberikan dukungan teknis. BKSDA Jawa Tengah mempercayakan Beach Safari Batang untuk membantu penanganan awal satwa, termasuk penyediaan fasilitas dan tenaga medis.

Dukungan tersebut diberikan karena Beach Safari Batang memiliki sumber daya teknis yang diperlukan serta lokasi yang relatif dekat dengan titik ditemukannya macan kumbang. Fasilitas tersebut merupakan salah satu unit Taman Safari Indonesia yang berada di Kabupaten Batang, tepatnya di kawasan Pantai Sigandu.

Setelah berhasil diamankan, macan kumbang langsung mendapatkan pemeriksaan awal oleh tim medis. VP Life Science Taman Safari Indonesia, Dr. Bongot Huaso Mulia, M.Si., mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan sementara menunjukkan adanya luka terbuka pada bagian kaki depan kanan.

Luka tersebut juga disertai indikasi nekrosis atau kematian jaringan. Berdasarkan pemeriksaan awal, luka diperkirakan telah terjadi beberapa hari sebelum satwa dievakuasi.

“Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa teridentifikasi mengalami luka terbuka disertai indikasi necrosis pada bagian kaki depan kanan, “ujar Bongot dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, penyebab pasti luka tersebut belum dapat disimpulkan. Tim medis masih melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa secara menyeluruh, termasuk memastikan ada atau tidaknya gangguan kesehatan lain di luar luka pada bagian kaki.

Untuk sementara, macan kumbang berada dalam kondisi aman di fasilitas Beach Safari Batang dan menjalani observasi secara berkala. Perkembangan kondisi satwa akan terus dipantau dan dikoordinasikan antara TSI, BKSDA Jawa Tengah serta otoritas terkait.

Penanganan tersebut sekaligus menjadi perhatian penting mengingat kemunculan satwa liar di kawasan permukiman berpotensi menimbulkan konflik apabila masyarakat melakukan tindakan sendiri.

TSI mengimbau masyarakat yang menemukan satwa liar di sekitar permukiman agar tidak melakukan pengejaran, penangkapan maupun tindakan lain secara mandiri. Warga diminta segera melaporkan keberadaan satwa kepada pihak berwenang agar proses evakuasi dapat dilakukan oleh personel yang memiliki kompetensi dan sesuai dengan prosedur keselamatan.

Bagi TSI, keterlibatan dalam penanganan macan kumbang ini merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya konservasi dan perlindungan satwa liar Indonesia. TSI menyatakan siap memberikan dukungan teknis apabila diminta dan dipercaya oleh otoritas berwenang dalam penanganan satwa di luar wilayah operasionalnya.

Fokus penanganan saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan macan kumbang tetap stabil, mengidentifikasi penyebab luka serta menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan pertimbangan konservasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keberadaan satwa liar di sekitar ruang hidup manusia membutuhkan penanganan yang cepat, terukur dan terkoordinasi, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus kesejahteraan satwa.(Nr).


Bagikan:
error: