Dugaan Penikaman di Talaga Resto Kafe, Warga Manado Kritis, Polisi Didesak Bergerak Cepat

Bagikan:

IMG 20260830 WA0063MINUT- bekasitoday.com– Kasus dugaan penikaman terhadap Berry (48), warga Kelurahan Bumi Nyiur, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi sorotan. Korban dilaporkan mengalami luka serius akibat dugaan serangan senjata tajam dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Talaga Resto Kafe, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 00.00 WITA.

Berdasarkan laporan polisi bernomor LP/B/548/VIII/2026/SPKT POLDA SULUT, Berry saat itu berada di lokasi sebelum seorang pria berinisial IS (41) datang menghampirinya.

IS diduga mengeluarkan senjata tajam dan melakukan penyerangan terhadap Berry. Akibat kejadian tersebut, korban disebut mengalami luka tusuk pada bagian perut sebelah kanan.

Berry kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga informasi ini dihimpun, korban masih menjalani perawatan dan dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Peristiwa yang terjadi di ruang publik tersebut tidak hanya menjadi persoalan hukum, tetapi juga menimbulkan perhatian terhadap aspek keamanan di lokasi kejadian. Publik mempertanyakan bagaimana dugaan aksi kekerasan tersebut dapat terjadi di tengah berlangsungnya sebuah agenda hiburan.

Polisi Didesak Bergerak Cepat

Desakan agar aparat kepolisian segera mengusut perkara tersebut disampaikan mantan Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Parindo Potabuga.

Parindo meminta kepolisian tidak membiarkan kasus dugaan penikaman tersebut berlarut-larut. Menurutnya, kecepatan penanganan diperlukan untuk memberikan kepastian hukum kepada korban dan keluarganya serta mencegah munculnya keresahan di tengah masyarakat.

“Saya mendesak kepada pihak kepolisian agar segera menangkap pelaku penganiayaan untuk meredam amarah keluarga korban, “tegas Parindo.

Ia juga meminta penyidik mengungkap seluruh rangkaian kejadian secara terang, mulai dari kronologi, motif, barang bukti, hingga peran pihak-pihak yang berada di lokasi ketika insiden berlangsung.

Menurut Parindo, apabila dalam proses penyelidikan ditemukan pihak lain yang terbukti terlibat, maka harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Jangan sampai masyarakat melihat hukum berjalan lambat ketika korban sudah dalam kondisi kritis. Aparat harus memberikan kepastian bahwa kasus ini ditangani secara serius dan profesional, “ujarnya.

Terjadi Saat Agenda Sulut Idol

Sebelum dugaan penikaman berlangsung, Berry diketahui berada di Talaga Resto Kafe dalam rangka kegiatan pencarian bakat Sulut Idol.

Agenda yang semula ditujukan sebagai kegiatan hiburan tersebut berubah menjadi insiden kekerasan setelah Berry diduga mengalami serangan hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Kejadian tersebut sekaligus menempatkan persoalan keamanan di tempat-tempat umum dalam perhatian. Masyarakat kini menunggu langkah kepolisian dalam mengungkap secara menyeluruh peristiwa tersebut.

Penyidik diharapkan dapat mengurai kronologi kejadian, mengamankan serta memeriksa alat bukti, meminta keterangan para saksi, dan memastikan motif serta pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil penyelidikan.

Hingga berita ini diterbitkan, Berry masih menjalani penanganan medis. Sementara itu, proses penyelidikan kepolisian masih berlangsung.

Status hukum terhadap IS maupun perkembangan lebih lanjut perkara tersebut masih menunggu keterangan resmi dari penyidik. Karena proses hukum masih berjalan, seluruh pihak tetap harus menghormati asas praduga tak bersalah.

Keluarga korban dan masyarakat berharap perkara ini dapat ditangani secara cepat, profesional, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.(Tim).


Bagikan:
error: