KDKMP Sorowako Mulai Beroperasi, Pendapatan Beras dan Minyak Goreng Capai Rp1 Miliar

IMG 20261011 WA0004LUWU TIMUR, bekasitoday.com– Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, mulai menjalankan operasional dan melayani kebutuhan masyarakat. Koperasi ini tidak hanya berperan dalam penyaluran barang kebutuhan pokok bersubsidi, tetapi juga menjadi wadah pemasaran produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi kegiatan pangan murah di KDKMP Sorowako, Sabtu (10/10/2026). Operasionalisasi koperasi tersebut menyusul terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026 tentang Tata Kelola dan Operasionalisasi KDKMP.

“Gerai-gerai koperasi telah mulai melayani masyarakat dengan menyalurkan barang bersubsidi, sekaligus produk unggulan usaha mikro dan kecil setempat, “ujar Ferry.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, serta sejumlah kepala daerah lainnya di Sulawesi Selatan.

Pendapatan Beras dan Minyak Goreng Tembus Rp1 Miliar

Ferry menjelaskan, KDKMP Sorowako telah menyalurkan berbagai kebutuhan pokok bersubsidi, antara lain LPG 3 kilogram, pupuk, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta minyak goreng.

Selain itu, gerai koperasi menyediakan produk unggulan yang dihasilkan pelaku UMKM setempat untuk memperluas akses pemasaran bagi usaha masyarakat.

Dari penyaluran beras dan minyak goreng yang dipasok langsung oleh Perum Bulog, koperasi tersebut dilaporkan telah memperoleh pendapatan sekitar Rp1 miliar. Nilai itu belum mencakup pendapatan dari penjualan komoditas lainnya.

“Dari penyaluran beras dan minyak goreng yang dipasok langsung dari Bulog, pendapatan yang telah diperoleh mencapai sekitar Rp1 miliar. Angka ini belum mencakup pendapatan dari barang lainnya, “ungkap Ferry.

Capaian tersebut menjadi gambaran awal aktivitas ekonomi koperasi dalam mendukung distribusi kebutuhan pokok masyarakat. Meski demikian, pemerintah masih mendorong penyempurnaan model bisnis dan penguatan tata kelola agar kegiatan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dorong Pengolahan Hasil Pertanian Bernilai Tambah

Kementerian Koperasi juga mendorong KDKMP Sorowako mengembangkan usaha yang bertumpu pada potensi komoditas unggulan daerah.

Ferry meminta pemerintah provinsi dan kabupaten mendukung penyediaan peralatan pengolahan pascapanen bagi koperasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai jual hasil pertanian, termasuk lada, vanili, dan komoditas lokal lainnya.

Menurutnya, pengolahan pascapanen memungkinkan masyarakat memperoleh nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan hanya menjual hasil bumi dalam bentuk mentah.

“Bangunan dan lokasi koperasi adalah milik desa. Potensi yang ada sangat besar. Peralatan pascapanen akan memastikan hasil bumi tidak hanya dijual mentah, melainkan memiliki nilai tambah yang menguntungkan masyarakat, “jelasnya.

Lokasi KDKMP Sorowako yang berada tepat di depan Danau Matano juga dinilai memiliki peluang untuk mendukung pengembangan usaha. Selain menjadi tempat pelayanan kebutuhan warga, kawasan tersebut berpotensi menarik pengunjung dan membuka peluang kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Baru 500 Warga Terdaftar sebagai Anggota

Hingga saat ini, sebanyak 500 warga telah terdaftar sebagai anggota KDKMP Sorowako dari total populasi desa yang diperkirakan mencapai 4.000 jiwa.

Pemerintah berharap partisipasi masyarakat terus meningkat sehingga semakin banyak warga memperoleh kesempatan untuk bergabung dan memanfaatkan layanan koperasi.

Namun, Ferry menegaskan bahwa penambahan jumlah anggota perlu diikuti dengan penguatan tata kelola serta penyempurnaan model bisnis. Hal tersebut diperlukan agar koperasi dapat menjalankan usaha secara sehat, menghasilkan keuntungan yang wajar, dan memberikan manfaat bagi para anggotanya.

“Proses operasionalisasi memerlukan kematangan model bisnis. Kami memohon doa dan dukungan agar KDKMP dapat berjalan berkelanjutan dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, “ucap Ferry.

Gubernur Sulsel Sebut 70 Persen Produk Berasal dari Masyarakat Lokal

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan operasional KDKMP Sorowako mulai berjalan secara bertahap. Penyaluran barang bersubsidi dan transaksi di gerai koperasi juga telah berlangsung.

Andi menyoroti komposisi produk yang dipasarkan di gerai koperasi. Menurutnya, sekitar 70 persen barang yang tersedia merupakan produk hasil masyarakat lokal.

“Lebih dari itu, 70 persen barang yang tersedia di gerai koperasi merupakan produk hasil masyarakat lokal. Kondisi ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga sekitar, sekaligus menggerakkan perekonomian desa, “tegasnya.

Ia berharap terbitnya Perpres Nomor 82 Tahun 2026 dapat memperkuat tata kelola KDKMP, khususnya dalam penyaluran barang bersubsidi, sehingga pelaksanaannya semakin tertata dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ke depan, KDKMP Sorowako diharapkan berkembang tidak hanya sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi sarana pemasaran produk UMKM dan pengolahan hasil pertanian. Dengan dukungan pemerintah daerah, keterlibatan masyarakat, serta pengelolaan usaha yang berkelanjutan, koperasi diharapkan mampu memperluas peluang ekonomi dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal di Sorowako.(Nr).

Bagikan:
error: