Dari Cikarang untuk Para Penjaga Ayat: Menjelajah Senyum Santri di Gedung BAZNAS Kabupaten Bekasi

BAZNAS Kabupaten Bekasi Salurkan Bantuan Rp500 Juta untuk 500 Santri Penghafal Al Qur an

CIKARANG, KABUPATEN BEKASI — Suasana Aula Gedung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi pada Senin siang (26/10/2026) terasa begitu hangat dan syahdu. Ratusan anak berbusana muslim rapi tampak duduk bersaf-saf. Di wajah mereka tersirat binar kebahagiaan saat menghadiri acara penyaluran bantuan program unggulan bertajuk Bekasi Takwa.

Siang itu, sebanyak 500 santri penghafal Al-Qur’an (hafidz dan hafidzah) dari berbagai wilayah di Kabupaten Bekasi menerima suntikan semangat berupa dana apresiasi pendidikan. BAZNAS Kabupaten Bekasi secara resmi menggelontorkan dana bantuan sebesar Rp500 juta, di mana masing-masing santri membawa pulang bantuan senilai Rp1 juta.

Dedikasi Tanpa Batas dari Sudut Pesantren

Di antara kerumunan penerima manfaat, sosok Amila Hurilaini (13) menarik perhatian. Santri kelas VIII asal Kecamatan Cibarusah ini tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Bantuan senilai Rp1 juta yang diterimanya hari itu terasa sangat berarti untuk menunjang kebutuhan pendidikannya di pesantren.

Perjalanan Amila menjaga bait-bait Al-Qur’an bukanlah proses yang instan. Ia menceritakan bahwa komitmennya untuk menghafal kitab suci telah dimulai sejak kelas IV Sekolah Dasar, bertepatan dengan langkah perdananya masuk ke dunia pesantren. Setiap hari, rutin usai menunaikan salat Zuhur berjamaah, Amila konsisten meluangkan waktu khusus untuk menambah hafalan baru (ziyadah) sekaligus mengulang hafalan lama (murojaah).

“Alhamdulillah, rasa syukur yang luar biasa. Bantuan dari BAZNAS ini menjadi dorongan moral yang sangat besar bagi saya pribadi agar makin tekun belajar dan menjaga hafalan,” ungkap Amila saat ditemui di sela-sela acara.

Ia pun menyematkan pesan menyentuh bagi kawan-kawan sebayanya. Menurutnya, menghafal Al-Qur’an butuh kedisiplinan tinggi. “Kuncinya jangan malas murojaah. Semoga kita semua bukan hanya mampu menghafalnya, tetapi juga bisa mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Ikhtiar Mencetak Generasi Berkarakter

Program Bekasi Takwa ini memang dirancang BAZNAS Kabupaten Bekasi sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap pembentukan karakter generasi muda daerah. Ketua BAZNAS Kabupaten Bekasi, H. Aminulloh, menggarisbawahi bahwa pihaknya sengaja mempermudah skema pendaftaran melalui jalur daring (online) agar mampu menjangkau santri secara lebih merata.

Uniknya, BAZNAS tidak menetapkan syarat kaku mengenai batasan minimum jumlah juz yang harus dihafal. Penilaian dan apresiasi dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan faktor usia serta tingkat kemampuan tiap peserta.

“Anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan. Tugas kita bersama adalah memastikan mereka merasa didukung dan diperhatikan. Lewat Bekasi Takwa, kami ingin menyulut semangat mereka agar tidak pernah lelah berinteraksi dengan Al-Qur’an,” jelas Aminulloh.

Ia memaparkan bahwa Bekasi Takwa berjalan beriringan dengan pilar program BAZNAS lainnya, seperti Bekasi Cerdas, Bekasi Sehat, Bekasi Peduli, dan Bekasi Mandiri. Selain menyasar para santri, program keagamaan ini juga menyentuh para guru ngaji dan imam masjid di pelosok Bekasi.

Sinergi Daerah dan Potensi Zakat Industri

Langkah BAZNAS ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bekasi. Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, yang hadir mewakili pemerintah daerah, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BAZNAS, Kementerian Agama, serta para ustadz dan ustadzah yang setia membimbing para santri.

Endin menilai bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berfokus pada fisik semata, melainkan juga harus menyentuh ranah spiritual dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang berkarakter.

“Kolaborasi strategis Pemkab dan BAZNAS selama ini telah membuktikan dampak nyata, mulai dari penanganan kemiskinan hingga penguatan ekonomi warga. Bantuan untuk 500 santri ini adalah bukti konkret komitmen kita bersama,” tegas Endin.

Namun, Endin juga menyoroti potensi besar zakat di Kabupaten Bekasi yang belum sepenuhnya tergali. Selama ini, penerimaan zakat masih mendominasi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, sebagai salah satu pusat kawasan industri terbesar, Kabupaten Bekasi memiliki ribuan perusahaan dan belasan ribu tenaga kerja profesional.

“Kami mengimbau kepada sektor swasta, pelaku industri, dan dunia usaha untuk turut menyalurkan zakat, infak, maupun dana CSR mereka melalui BAZNAS Kabupaten Bekasi. Dengan regulasi yang jelas dan dukungan semua pihak, kita yakin jangkauan program penerima manfaat akan meluas berlipat ganda,” tutupnya.

Melalui acara penyaluran bantuan ini, secercah harapan baru kembali terbit dari Cikarang: sebuah ikhtiar bersama untuk membina generasi muda yang religius, cerdas, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Bagikan:
error: