PLN Pastikan Energi dan Konektivitas Dukung Muktamar ke-35 NU di Jombang

Bagikan:

IMG 20260826 WA0000JOMBANG- bekasitoday.com– Dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan teknis di lapangan. Di balik pasokan listrik dan konektivitas internet yang dipersiapkan untuk menopang rangkaian kegiatan, terselip pesan mengenai peran badan usaha milik negara (BUMN) dalam mendukung agenda keumatan dan kebangsaan.

Pesan tersebut tercermin dari langkah Komisaris Independen PT PLN (Persero), Prof. Dr. KH Ali Masykur Musa, yang turun langsung meninjau kesiapan infrastruktur kelistrikan dan jaringan komunikasi di sejumlah lokasi kegiatan di Jombang.

Peninjauan dilakukan menjelang pelaksanaan Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN di Pondok Pesantren Al Amanah 2 serta Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas. Kedua agenda tersebut diperkirakan dihadiri peserta dalam jumlah besar sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur energi dan komunikasi yang andal.

Ali Masykur Musa memastikan kebutuhan teknis PLN dan PLN Icon Plus dapat berjalan sebagaimana mestinya. Saat berada di Pondok Pesantren Al Amanah 2, ia didampingi Pengasuh Pondok Pesantren Al Amanah 2, KH Abdul Khaliq Hasan.

Sementara ketika meninjau kawasan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Ali Masykur Musa didampingi Ketua Panitia Muktamar serta jajaran personal PLN UPD Jombang.

Menurut Ali Masykur Musa, dukungan PLN tidak berhenti pada memastikan pasokan listrik tersedia. Infrastruktur energi dan konektivitas digital merupakan bagian dari pelayanan yang turut menentukan kelancaran agenda keumatan, kebangsaan dan kemasyarakatan.

“PLN berkomitmen memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN serta Muktamar NU ke-35 dapat berlangsung dengan lancar. Ketersediaan listrik dan jaringan internet bukan sekadar persoalan teknis, tetapi merupakan bagian penting dari pelayanan, ‘ujar Ali Masykur Musa dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

Bukan Sekadar Persoalan Teknis

Peninjauan langsung tersebut memperlihatkan bahwa kesiapan PLN ditempatkan sebagai bagian dari dukungan terhadap keseluruhan kegiatan, bukan semata pekerjaan teknis di balik layar.

PLN bersama PLN Icon Plus memastikan kawasan kegiatan memperoleh dukungan energi dan jaringan komunikasi yang memadai. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menunjang aktivitas panitia dan peserta, komunikasi, dokumentasi, publikasi, hingga berbagai kebutuhan pendukung selama kegiatan berlangsung.

Ali Masykur Musa mengatakan keterlibatan PLN juga mencerminkan semangat gotong royong kebangsaan. Menurutnya, kehadiran BUMN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan korporasi, tetapi juga melalui dukungan terhadap agenda yang memiliki nilai keumatan dan kebangsaan.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana BUMN hadir di tengah masyarakat. PLN tidak hanya memastikan listrik menyala, tetapi juga menghadirkan konektivitas melalui PLN Icon Plus, “katanya.

Ia menambahkan, besarnya skala kegiatan menuntut kesiapan infrastruktur yang sebanding. Karena itu, persiapan dilakukan di dua titik utama, yakni Pondok Pesantren Al Amanah 2 untuk rangkaian Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN serta Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi Muktamar ke-35 NU.

“Kita ingin memberikan yang terbaik. Karena bagi kami, mendukung kegiatan ini bukan semata-mata menjalankan tugas korporasi, tetapi juga bagian dari khidmah kepada masyarakat, kepada umat dan kepada bangsa, “ujar Ali Masykur Musa.

Energi di Balik Agenda Keumatan

Istighotsah dan Manaqib Kubro JATMAN merupakan kegiatan yang mempertemukan jamaah dalam rangkaian doa dan dzikir, sekaligus menjadi bagian dari tradisi penghormatan terhadap ulama serta kesinambungan sanad keilmuan dan spiritualitas thariqah.

Sementara itu, Muktamar ke-35 NU menjadi forum strategis bagi Nahdlatul Ulama untuk menentukan arah perjalanan organisasi serta khidmah kepada umat, bangsa dan kemanusiaan.

Di tengah agenda yang memiliki dimensi keagamaan dan organisasi tersebut, keberadaan listrik dan jaringan internet menjadi bagian yang tidak terlihat dari panggung utama, namun memiliki fungsi penting.

Pasokan listrik menopang penerangan, sistem suara, perangkat elektronik serta berbagai fasilitas kegiatan. Adapun konektivitas internet dibutuhkan untuk komunikasi, dokumentasi, publikasi dan aktivitas digital selama rangkaian acara.

Dengan demikian, kesiapan PLN dan PLN Icon Plus menjadi bagian dari ekosistem pelayanan yang menopang pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Bagi Ali Masykur Musa, dukungan tersebut merupakan bentuk lain dari khidmah. Jika sebagian pihak hadir melalui doa dan dzikir, sementara pihak lain berkontribusi melalui tenaga, pikiran dan kepanitiaan, maka PLN mengambil peran dengan memastikan energi serta teknologi tetap tersedia.

Dari Jombang, dukungan tersebut mempertemukan dua unsur yang berbeda namun saling melengkapi: tradisi keumatan dan pelayanan teknologi.

JATMAN menghadirkan kekuatan spiritual melalui doa, dzikir dan tradisi keulamaan. NU menghadirkan forum organisasi untuk membahas arah khidmah bagi umat dan bangsa. Sementara PLN memastikan kebutuhan energi dan konektivitas tetap menopang seluruh rangkaian kegiatan.

Pada akhirnya, langkah Ali Masykur Musa turun langsung ke Tambakberas bukan sekadar memeriksa kesiapan instalasi listrik dan jaringan internet. Ada pesan yang hendak ditegaskan bahwa khidmah kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai cara, termasuk memastikan energi dan teknologi hadir ketika umat dan bangsa membutuhkan.

Di tengah persiapan Muktamar ke-35 NU, PLN menjaga energi tetap menyala. Di sisi lain, tradisi pesantren, doa, dzikir dan semangat kebangsaan menjadi kekuatan yang mengiringi rangkaian kegiatan besar di Jombang.(Nr).


Bagikan:
error: