TNI Salurkan Dua Ton Bantuan Logistik ke Pedalaman Puncak Papua, Warga Terdampak Kekeringan Terbantu

IMG 20260802 WA0052PUNCAK, PAPUA- bekasitoday.com – Komitmen TNI dalam menjangkau masyarakat di wilayah terpencil kembali diwujudkan melalui operasi kemanusiaan yang dilaksanakan Komando Operasi (Koops) TNI Habema di Kabupaten Puncak, Papua. Di tengah medan pegunungan yang dikenal sebagai salah satu yang paling berat di Indonesia, prajurit TNI berhasil menyalurkan sekitar dua ton bantuan logistik kepada masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Sabtu (1/8/2026).

Operasi kemanusiaan tersebut berlangsung di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Kabut tebal, hujan dengan intensitas tinggi, suhu dingin, serta jalur pegunungan yang licin menjadi tantangan yang harus dihadapi personel selama proses distribusi bantuan menuju wilayah-wilayah yang masih sulit dijangkau melalui transportasi darat.

Keterbatasan titik pendaratan pesawat membuat bantuan logistik tidak dapat langsung diantarkan ke lokasi sasaran. Setelah diturunkan melalui jalur udara, seluruh bantuan dipindahkan secara manual oleh prajurit TNI dengan berjalan kaki melewati lereng terjal, lembah, aliran sungai, hingga jalur pegunungan yang rawan longsor.

Meski menghadapi berbagai hambatan alam, proses distribusi tetap dilaksanakan demi memastikan masyarakat yang terdampak kekeringan berkepanjangan segera memperoleh kebutuhan pokok. Kekeringan yang melanda kawasan tersebut diketahui telah berdampak pada menurunnya hasil panen warga, sehingga persediaan pangan di sejumlah kampung semakin terbatas.

Bantuan yang disalurkan meliputi beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta berbagai kebutuhan obat-obatan. Seluruh logistik diangkut menggunakan transportasi udara yang hingga kini masih menjadi akses paling efektif untuk menjangkau kawasan pedalaman pegunungan Papua.

Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Stefie Jantje Nuhujanan, mengatakan keberhasilan operasi kemanusiaan tersebut merupakan hasil sinergi seluruh unsur yang terlibat, termasuk dukungan pemerintah daerah.

Menurutnya, medan yang berat maupun perubahan cuaca tidak menjadi penghalang bagi personel untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan wilayah, tetapi juga menjalankan misi kemanusiaan dengan membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan akibat kondisi alam maupun keterbatasan akses.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, yang mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi. Ia mengungkapkan bahwa kekeringan yang terjadi sejak Juni 2026 telah menyebabkan produksi pertanian menurun drastis sehingga kebutuhan pangan masyarakat semakin terbatas.

Menurutnya, bantuan yang disalurkan TNI memberikan harapan bagi warga, khususnya kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak langsung oleh krisis pangan.

Operasi distribusi bantuan tersebut menjadi salah satu wujud kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam merespons dampak kekeringan di kawasan pegunungan Papua. Sinergi lintas sektor ini diharapkan terus berlanjut agar pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat tetap terjaga sekaligus mempercepat pemulihan kondisi sosial di wilayah terdampak.

Di tengah keterbatasan infrastruktur dan beratnya medan pegunungan, keberhasilan pengiriman sekitar dua ton logistik menjadi bukti bahwa pelayanan kemanusiaan di wilayah terpencil membutuhkan dedikasi tinggi, ketahanan fisik, serta koordinasi yang solid agar bantuan benar-benar dapat menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.(Nr).

Bagikan:
error: