BASO IGA dan APEKA 2026 Perkuat Komunikasi PHI dengan Pewarta Energi Kalimantan

IMG 20261001 WA0034JAKARTA- bekasitoday.com– Hubungan komunikasi antara industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dengan media kembali mendapat ruang melalui kegiatan Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA) yang dirangkai dengan Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026 di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) untuk membangun komunikasi langsung dengan insan pers sekaligus memberikan apresiasi terhadap karya jurnalistik yang mengangkat berbagai dinamika sektor energi di Kalimantan.

APEKA 2026 mengusung tema “Dari Kalimantan untuk Indonesia: Menguatkan Peran Energi bagi Masa Depan Bangsa.” Program tersebut merupakan penyelenggaraan kedua dan memberikan ruang bagi wartawan untuk mengangkat beragam isu terkait aktivitas hulu migas, mulai dari produksi, inovasi, lingkungan hingga kontribusi sektor energi terhadap masyarakat dan perekonomian.

Pada peluncuran APEKA 2026 pada April 2026, PHI menyebut sejumlah kategori kompetisi, yakni media cetak, media daring, televisi, radio, photo essay, serta peserta teraktif. Cakupan peserta juga diperluas kepada pewarta yang berada di wilayah operasi PHI di Kalimantan.

BASO IGA Berawal dari Masa Pandemi

Manager Communication, Relation & CID PHI, Dony Indrawan, kembali mengangkat perjalanan BASO IGA yang telah menjadi salah satu ruang komunikasi perusahaan dengan wartawan sejak masa pandemi Covid-19.

Pada awalnya, forum tersebut menjadi sarana untuk menjaga hubungan komunikasi ketika pertemuan tatap muka menghadapi berbagai keterbatasan. Seiring perkembangan waktu, BASO IGA berkembang menjadi forum yang mempertemukan manajemen PHI dengan pewarta dalam suasana yang lebih cair.

Bagi PHI, komunikasi dengan media tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi perusahaan, tetapi juga menjadi ruang pertukaran perspektif mengenai berbagai isu di industri hulu migas.

Dalam sejumlah kegiatan sebelumnya, PHI menekankan pentingnya sinergi dengan media agar informasi mengenai sektor hulu migas dapat disampaikan kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan konstruktif.

Dony juga pernah memberikan materi mengenai kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan. Dalam forum BASO IGA, isu tersebut dikaitkan dengan dinamika lingkungan industri serta kebutuhan setiap pihak untuk menghadapi perubahan secara adaptif.

Dony Indrawan Mendapat Apresiasi

Dalam rangkaian APEKA 2026, Dony Indrawan turut mendapat apresiasi atas kiprahnya dalam bidang komunikasi dan hubungan dengan pemangku kepentingan.

Apresiasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menyoroti peran komunikasi dalam menyampaikan informasi mengenai industri energi kepada publik.

Meski demikian, hubungan perusahaan dan media memiliki fungsi yang berbeda. Perusahaan menyampaikan informasi dan konteks mengenai kegiatan operasionalnya, sedangkan media memiliki tanggung jawab jurnalistik untuk melakukan verifikasi, mengolah informasi, serta menyajikannya kepada masyarakat.

Hal tersebut menjadi penting karena isu hulu migas tidak hanya berkaitan dengan produksi. Di dalamnya terdapat aspek keselamatan kerja, keberlanjutan operasi, lingkungan, investasi, pemberdayaan masyarakat hingga rantai pasok energi.

Pimpinan Baru PHI Berhalangan Hadir

Agenda BASO IGA kali ini semula juga diharapkan menjadi momentum pertemuan insan media dengan pimpinan baru PHI. Namun, pimpinan tersebut berhalangan hadir karena adanya agenda mendadak.

Kondisi tersebut membuat pertemuan langsung dengan para pewarta belum dapat terlaksana dalam kesempatan tersebut. Meski demikian, komunikasi antara PHI dan media tetap diarahkan untuk berlangsung secara berkelanjutan.

Pertemuan selanjutnya dapat menjadi ruang untuk mempertemukan pimpinan baru perusahaan dengan para jurnalis yang selama ini mengikuti perkembangan kegiatan PHI di Kalimantan.

Kanal Digital Didorong Jadi Sumber Informasi

Penguatan komunikasi juga diarahkan melalui kanal digital perusahaan. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa kanal website PHI tengah memasuki tahap finalisasi.

Kehadiran kanal resmi perusahaan diharapkan dapat memudahkan media dan masyarakat memperoleh informasi mengenai profil, kegiatan, serta perkembangan operasi hulu migas PHI.

Kanal informasi resmi menjadi salah satu sumber primer yang dapat membantu media maupun masyarakat memperoleh informasi yang dapat dikonfirmasi. Bagi wartawan, keberadaan sumber primer juga dapat mendukung proses konfirmasi dan pendalaman ketika mengembangkan isu pemberitaan.

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan. Operasi tersebut antara lain dijalankan melalui Pertamina Hulu Mahakam, Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan Pertamina Hulu Kalimantan Timur, serta pengelolaan aset Pertamina EP dan PHE di wilayah Kalimantan.

APEKA Membuka Ruang Perspektif Jurnalistik

APEKA 2026 tidak hanya ditempatkan sebagai ajang penghargaan. Kompetisi tersebut memberikan ruang bagi pewarta untuk mengangkat berbagai sisi industri hulu migas yang tidak selalu terlihat dari pemberitaan berbasis angka produksi.

Aktivitas operasi lapangan, penerapan teknologi, aspek keselamatan, lingkungan, pemberdayaan masyarakat hingga kontribusi terhadap rantai energi nasional dapat menjadi bagian dari karya jurnalistik sektor energi.

Dengan melibatkan pewarta dari berbagai wilayah operasi, informasi mengenai industri hulu migas di Kalimantan dapat muncul melalui beragam perspektif dan pengalaman lapangan.

Bagi media, kondisi tersebut membuka ruang untuk menghasilkan pemberitaan yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan konteks mengenai hubungan antara kegiatan energi di daerah dan kebutuhan energi nasional.

Produksi Migas PHI di Kalimantan

Peran Kalimantan dalam operasi hulu migas PHI juga terlihat dari kinerja produksi yang dilaporkan perusahaan.

Pada Triwulan I 2026, PHI mencatat produksi minyak sekitar 60,44 ribu barel per hari dan gas sekitar 619 juta standar kaki kubik per hari. Angka tersebut masing-masing disebut setara sekitar 120 persen dan 105 persen dari target produksi tahun berjalan.

Memasuki Semester I 2026, PHI kembali melaporkan produksi minyak sebesar 59,3 ribu barel per hari dan gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari. Capaian tersebut disebut setara dengan 116,1 persen dan 105,4 persen dari target RKAP 2026.

Angka produksi tersebut menjadi salah satu gambaran aktivitas hulu migas PHI di Kalimantan. Namun, keberlanjutan operasi juga berkaitan dengan berbagai faktor lain, seperti keselamatan, efisiensi, lingkungan, teknologi dan hubungan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Mempertemukan Perusahaan dan Media

BASO IGA dan APEKA 2026 pada akhirnya mempertemukan dua fungsi yang berbeda dalam satu ruang komunikasi.

PHI membutuhkan komunikasi publik untuk menjelaskan kegiatan dan perkembangan industrinya, sementara media membutuhkan akses terhadap informasi, data dan narasumber untuk menjalankan fungsi jurnalistik.

Pertemuan semacam ini menjadi relevan ketika isu energi semakin berkaitan dengan kepentingan masyarakat luas. Informasi mengenai produksi migas, investasi, lingkungan maupun pemberdayaan masyarakat membutuhkan penjelasan yang utuh agar publik tidak hanya menerima angka, tetapi juga memahami konteks di baliknya.

APEKA 2026 sekaligus memberikan ruang bagi pewarta untuk mengangkat berbagai perspektif mengenai energi Kalimantan. Sementara BASO IGA menjadi salah satu forum komunikasi antara perusahaan dan insan pers.

Dari forum silaturahmi hingga apresiasi karya jurnalistik, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa komunikasi sektor energi tidak berhenti pada penyampaian informasi perusahaan. Proses verifikasi, pengolahan, pendalaman dan penyampaian informasi kepada publik tetap menjadi bagian dari kerja jurnalistik.

Karena itu, hubungan profesional antara perusahaan dan media membutuhkan keterbukaan informasi, independensi redaksi, serta penghormatan terhadap fungsi masing-masing.(Nr)

Bagikan:
error: