PASURUAN- bekasitoday.com- Kabar gembira datang dari Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Jawa Timur) yang memperkenalkan kelahiran empat anak harimau sumatra pada 23 Maret 2026. Kelahiran ini menjadi momentum penting bagi upaya konservasi satwa langka yang saat ini berstatus terancam punah. Empat anak harimau tersebut terdiri atas tiga jantan dan satu betina, hasil pasangan indukan pejantan Praja dan betina Dini.
Vice President of Life Sciences TSI, drh. Bongot Huaso Mulia, menyebut kelahiran ini sebagai momen istimewa karena menjadi kelahiran kedua bagi Dini. Sebelumnya, indukan tersebut juga melahirkan dua anak harimau sumatra bernama Isyana dan Aura pada 4 Mei 2021.
“Keberhasilan ini menjadi pencapaian penting dalam program konservasi harimau sumatra yang kami jalankan, “ujarnya.
Tantangan Konservasi
Menurut Bongot, pengembangbiakan harimau sumatra bukanlah hal mudah. Spesies endemik Indonesia ini dikenal memiliki tingkat selektivitas tinggi dalam reproduksi, serta menghadapi risiko cedera, trauma, hingga kematian saat proses penggabungan pasangan. Tantangan lain adalah menjaga keberlangsungan hidup anak harimau sejak lahir hingga dewasa. Karena itu, kelahiran empat anak sekaligus dinilai luar biasa.
“Jumlah ini berada di atas rata-rata. Umumnya harimau sumatra melahirkan dua anak dalam satu kali kelahiran, “jelasnya.
Dukungan Tim Konservasi
Keberhasilan program ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak:
– Perawat satwa yang mengenali masa subur indukan betina.
– Pemantauan perkawinan secara intensif.
– Tim dokter hewan yang memastikan kesehatan indukan dan anak.
– Kandang persalinan yang aman dan nyaman.
Komitmen Pelestarian
Sebagai bagian dari komitmen pelestarian satwa liar, TSI menargetkan minimal satu kelahiran harimau sumatra setiap tahun guna menjaga keberlanjutan populasi. Saat ini, TSI memiliki 24 ekor harimau sumatra yang seluruhnya dipelihara untuk tujuan konservasi. Bongot menegaskan, keberadaan satwa tersebut bukan untuk kepentingan komersial, melainkan sebagai upaya menjaga kelestarian satwa kebanggaan Indonesia.
“Seluruh harimau sumatra yang kami pelihara murni untuk tujuan konservasi dan mendukung peningkatan populasi spesies yang terancam punah, “pungkasnya.(Nr).
